Harga BBM subsidi dan LPG subsidi dipastikan tidak akan naik sampai akhir 2026. Kepastian ini menjadi penahan penting di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil dan berpotensi menekan beban hidup masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 di Hotel Merlynn Park, Petojo Utara, Jakarta Pusat. Ia menekankan bahwa kebijakan energi masih diarahkan untuk menjaga kebutuhan dasar rakyat tetap terjangkau.
Subsidi energi tetap dijaga
Bahlil menyebut masih ada banyak dorongan agar harga energi bersubsidi dinaikkan. Namun, pemerintah memilih menahan langkah itu karena situasi global dinilai belum memberi kepastian yang cukup.
Menurut dia, arahan Presiden menjadi dasar utama dalam menjaga agar subsidi tidak berubah. Sikap tersebut juga disebut sejalan dengan posisi Partai Golkar yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai perhatian utama.
BBM subsidi dan LPG subsidi masih memegang peran besar dalam kehidupan rumah tangga maupun pelaku usaha kecil. Saat harga berubah, dampaknya biasanya langsung terasa pada biaya hidup dan daya beli masyarakat.
Pertimbangan di tengah tekanan global
Bahlil menyoroti keadaan internasional yang masih penuh ketidakpastian dan belum memberi ruang nyaman bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam situasi seperti itu, pemerintah memilih lebih berhati-hati sebelum mengambil kebijakan yang bisa menambah beban publik.
Ia menyampaikan bahwa keputusan mempertahankan subsidi diambil setelah melihat berbagai dinamika yang mendorong penyesuaian tarif. Meski begitu, perlindungan masyarakat tetap ditempatkan sebagai pertimbangan paling utama.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa subsidi energi masih dipakai sebagai alat untuk menahan gejolak ekonomi. Stabilitas harga energi dinilai penting agar kebutuhan dasar tetap bisa dijangkau masyarakat luas.
Sorotan pada penerimaan negara
Di luar pembahasan soal subsidi, Bahlil juga menyinggung praktik transfer pricing dan under invoicing dalam ekspor sumber daya alam. Ia menyebut praktik itu ditemukan dalam aktivitas ekspor komoditas dan dapat merugikan potensi penerimaan pajak negara.
Ia menjelaskan bahwa harga jual ke perusahaan afiliasi di luar negeri kerap dibuat jauh lebih rendah dari harga pasar. Setelah itu, komoditas yang sama dijual lagi dengan harga lebih tinggi di negara tujuan.
Menurut Bahlil, skema semacam itu membuat negara hanya menerima dasar pajak dari nilai yang lebih kecil. Karena itu, ia mendorong penertiban melalui kebijakan satu pintu.
Pesan untuk Kosgoro
Dalam forum yang sama, Bahlil juga memberi arahan kepada dua bakal calon ketua umum Kosgoro periode 2026-2031, Sari Yuliati dan La Ode Saiful Akbar. Ia meminta keduanya menjaga persatuan dan mengutamakan kebesaran hati selama proses pemilihan.
Bahlil menegaskan bahwa organisasi yang kuat membutuhkan kekompakan dan kerja sama. Ia mengatakan kompetisi tetap boleh berjalan, tetapi hasil akhirnya harus melahirkan persandingan, bukan perpecahan.
Ia juga menilai kedua figur tersebut sama-sama kader yang baik dan dikenal di internal organisasi. Karena itu, mekanisme pemilihan diserahkan sepenuhnya kepada forum musyawarah untuk menentukan pemimpin berikutnya.
Kepastian harga BBM subsidi dan LPG subsidi hingga akhir 2026 menjadi perhatian besar karena menyentuh langsung beban hidup masyarakat. Di tengah ekonomi global yang masih berfluktuasi, keputusan itu memperlihatkan bahwa pemerintah masih memilih menahan kenaikan demi menjaga stabilitas kebutuhan dasar warga.







