Harga Bocoran BYD M6 PHEV Menggoda, Uji Jalan Dan Pajak Tunjukkan Langkah Serius

Author: Redaksi Android62

Dugaan kehadiran BYD M6 PHEV di Indonesia semakin terasa nyata setelah nama model berkode MEH muncul dalam lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri no.11 tahun 2026. Di saat yang sama, sebuah unit bermotif kamuflase yang disebut sebagai BYD M6 PHEV juga tertangkap melintas di kawasan Senayan, Jakarta, sehingga sinyal kehadirannya tidak lagi berdiri di atas spekulasi semata.

Kombinasi antara jejak di dokumen pajak dan kemunculan mobil uji di jalan umum membuat pembahasan soal model ini bergerak ke tahap yang lebih serius. Untuk pasar Indonesia, langkah tersebut penting karena menunjukkan BYD tengah menyiapkan perluasan strategi elektrifikasinya di luar mobil listrik murni.

Bocoran pajak memberi gambaran varian

Nama BYD M6 dengan kode MEH menjadi sorotan karena tercantum dalam lampiran aturan pajak kendaraan. Dari daftar itu, BYD disebut menyiapkan delapan varian untuk M6 PHEV, dengan banderol yang beredar di rentang Rp104 juta sampai Rp123 juta.

Jika angka tersebut memang mengacu pada daftar yang sudah muncul, posisi harga M6 PHEV akan terlihat sangat agresif di segmen MPV elektrifikasi. Skema itu berpotensi membuat model ini menarik perhatian konsumen yang mencari kendaraan keluarga dengan teknologi ramah bahan bakar, tetapi tetap ingin menjaga harga tetap kompetitif.

Teknologi DM-i jadi arah baru

Model ini disebut akan memakai sistem DM-i, yaitu teknologi hybrid plug-in yang mulai diperkenalkan BYD kepada konsumen Indonesia. Kehadiran sistem ini menunjukkan arah baru BYD, karena merek tersebut selama ini lebih dikenal lewat mobil listrik murni.

Pendekatan hybrid plug-in memberi karakter yang berbeda untuk pasar MPV. Konsumen tetap bisa memanfaatkan motor listrik untuk efisiensi, sementara mesin bensin hadir sebagai penopang saat dibutuhkan perjalanan yang lebih jauh.

Spesifikasi awal yang sudah beredar

Dari sisi teknis, BYD M6 PHEV diperkirakan mengusung mesin bensin 1.5L 4-silinder. Mesin itu diklaim menghasilkan tenaga 110 ps dan torsi 135 Nm.

Tenaga mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik beroutput 197 ps dan torsi 325 Nm. Kombinasi ini memberi gambaran bahwa M6 PHEV tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menawarkan performa yang cukup besar untuk penggunaan harian.

Baterai dan jarak tempuh menjadi daya tarik utama

Model ini juga disebut membawa baterai 18,3 kWh. Dalam mode listrik murni, MPV tersebut diklaim mampu menempuh 105 km berdasarkan siklus NEDC.

Saat tangki bensin dan baterai sama-sama terisi penuh, jarak tempuh totalnya diklaim bisa mencapai 1.000 km. Angka ini menjadi salah satu daya tarik terkuat karena memberi fleksibilitas untuk mobilitas jarak jauh tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian daya.

Uji jalan menguatkan tanda-tanda peluncuran

Di luar dokumen pajak, bukti lain datang dari jalan raya. Tim Bincang-Bincang Mobil menangkap sebuah unit yang diduga BYD M6 PHEV melintas di Senayan, Jakarta, dan mobil itu tampil dengan kamuflase.

Kemunculan unit uji seperti ini biasanya menjadi penanda bahwa pengembangan produk sudah memasuki tahap lanjut. Dalam konteks itu, pembicaraan tentang M6 PHEV kini bergerak dari sekadar rumor digital menjadi indikasi yang lebih konkret.

Akun resmi ikut memunculkan sinyal

Akun Instagram resmi @BYD_indonesia juga ikut memberi isyarat yang membuat spekulasi semakin ramai. Walau belum ada pengumuman resmi yang mengonfirmasi detail lengkapnya, jejak ini memperkuat dugaan bahwa BYD memang sedang menyiapkan sesuatu untuk pasar Indonesia.

Jika model ini benar masuk, BYD M6 PHEV akan menjadi penanda penting bagi strategi merek tersebut di tanah air. Setelah Denza lebih dulu meluncurkan SUV B5 sebagai mobil PHEV perdananya, BYD tampak bersiap membawa teknologi serupa ke segmen MPV yang lebih familier bagi pasar Indonesia.

Source: www.bincangbincangmobil.com
Berita Terbaru