Harga Cabai Dan Bawang Melonjak, Khofifah Minta Kepala Daerah Jatim Turun Ke Pasar

Author: Redaksi Android62

Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Klojen, Kota Malang, kembali menjadi perhatian setelah Khofifah Indar Parawansa melihat langsung adanya gejolak pada beberapa komoditas penting. Dari pantauannya, cabai rawit sudah berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram, sementara bawang merah naik ke Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Kondisi itu membuat pengawasan pasar dinilai tidak bisa hanya berhenti di atas meja. Khofifah meminta seluruh bupati dan wali kota di Jawa Timur turun ke pasar tradisional agar perkembangan harga benar-benar terbaca dari lapangan dan penanganan bisa segera dilakukan jika ada gangguan pasokan.

Pengawasan langsung dinilai penting

Menurut Khofifah, kehadiran kepala daerah di pasar bisa memberi rasa tenang kepada masyarakat. Ia menilai pemantauan langsung juga membantu pemerintah daerah merespons lebih cepat saat muncul tanda-tanda kelangkaan atau tekanan harga.

Instruksi itu disampaikan ketika ia meninjau Pasar Klojen di tengah kekhawatiran soal kenaikan harga dan potensi berkurangnya barang di pasaran. Fokus utamanya adalah memastikan gejala gangguan distribusi tidak dibiarkan berlarut.

Sejumlah komoditas bergerak naik

Selain cabai rawit dan bawang merah, Khofifah juga mencatat adanya selisih harga Minyakita yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi. Temuan ini memperkuat alasan mengapa pengawasan harga di pasar perlu diperketat.

Di sisi lain, beberapa komoditas masih bergerak relatif stabil. Cabai keriting, cabai merah, dan bawang putih disebut berada pada kisaran harga yang normal, sehingga belum menunjukkan gejolak seperti dua komoditas utama tadi.

Beras SPHP belum tampak di pasar

Salah satu catatan yang disorot Khofifah adalah tidak ditemukannya beras medium SPHP saat sidak berlangsung. Padahal, stok beras di Jawa Timur disebut masih aman di angka 3,2 juta ton.

Bagi Khofifah, ketersediaan stok besar belum cukup jika barang tidak benar-benar hadir di pasar. Ia menekankan bahwa beras medium tetap harus tersedia karena masyarakat membutuhkan pilihan harga yang terjangkau.

Inflasi juga dipantau lewat komoditas lain

Di tengah kenaikan beberapa bahan pokok, harga telur dan daging ayam justru menunjukkan penurunan. Sementara itu, harga daging sapi terpantau stabil menjelang Idul Adha setelah sempat naik pada periode Ramadan.

Pergerakan yang berbeda antar komoditas itu menunjukkan bahwa tekanan harga tidak terjadi merata. Karena itu, pengawasan distribusi dan harga dinilai perlu dilakukan secara lebih detail agar setiap perubahan bisa cepat terdeteksi.

Kerja sama antar daerah jadi langkah penahan gejolak

Untuk menekan inflasi, Khofifah menilai Kerja Sama Antar Daerah tetap menjadi andalan. Skema ini dianggap bisa dipakai sebagai langkah mitigasi dan antisipasi ketika harga komoditas tertentu mulai naik.

Ia menegaskan bahwa kerja sama lintas daerah perlu berjalan seiring dengan pemantauan pasar dan distribusi pangan. Dengan koordinasi yang lebih kuat, gejolak harga diharapkan bisa lebih cepat dikendalikan dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru