Jawa Timur menorehkan capaian yang membuat daerah ini kembali mendapat sorotan nasional. Pemprov Jawa Timur dinilai sebagai pemerintah daerah terbaik dalam menekan pengangguran dan berhak menerima insentif fiskal Rp3 miliar dari pemerintah pusat.
Penghargaan itu menempatkan Jawa Timur di posisi teratas untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka. Penilaian tersebut menjadi pengakuan atas kinerja daerah yang dinilai memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Penghargaan diserahkan di Yogyakarta
Apresiasi itu diberikan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel. Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menyerahkan langsung penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Bagi Jawa Timur, penghargaan ini bukan hanya soal posisi juara. Ada juga dukungan fiskal dari pemerintah pusat yang menunjukkan bahwa hasil pembangunan daerah dipandang membawa manfaat konkret.
Khofifah sebut kerja bersama jadi penentu
Khofifah menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa hasil yang diraih Jawa Timur tidak lahir dari satu pihak saja, melainkan dari kerja bersama berbagai elemen.
Menurut Khofifah, penurunan pengangguran di Jawa Timur tidak bisa dilepaskan dari sinergi pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri. Ia menilai semua lini ikut memberi kontribusi dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.
Angka pengangguran ikut turun
Data Badan Pusat Statistik Jawa Timur menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT pada Februari 2026 berada di angka 3,55 persen. Angka itu turun dibanding Februari 2025 yang tercatat 3,61 persen.
Selisihnya memang tidak besar, tetapi penurunan itu menjadi penanda penting dalam kinerja ketenagakerjaan daerah. Tren yang terus menurun sering dipandang sebagai bukti bahwa program penciptaan kerja dan penguatan ekonomi berjalan ke arah yang tepat.
Makna bagi arah pembangunan daerah
Capaian ini memperlihatkan bahwa strategi pembangunan ekonomi Jawa Timur bertumpu pada kolaborasi yang luas. Pemerintah daerah, pelaku usaha, dan industri tampak saling melengkapi dalam membuka lebih banyak kesempatan kerja.
Penghargaan tersebut juga menegaskan bahwa isu pengangguran kini menjadi salah satu ukuran utama keberhasilan daerah. Di tengah upaya banyak daerah mengendalikan pengangguran, Jawa Timur justru berhasil menunjukkan penurunan yang menjadi dasar penilaian utama.
Insentif Rp3 miliar dari pemerintah pusat menambah bobot apresiasi itu. Pengakuan ini menandakan bahwa kinerja Jawa Timur dilihat bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari hasil pembangunan yang terasa langsung di masyarakat.
Khofifah menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan kerja bersama, dan pesan itu sejalan dengan arah kebijakan yang menempatkan sinergi sebagai fondasi utama. Dengan dukungan banyak pihak, Jawa Timur kini dipandang mampu menjaga tren positif dalam penurunan pengangguran.
Source: radarsurabaya.jawapos.com