Pengguna kendaraan diesel masih menjadi pihak yang paling terasa bebannya ketika harga BBM bergerak stabil di banyak SPBU. Di sejumlah jaringan besar, bensin non-subsidi memang tampak lebih tenang, tetapi produk diesel premium tetap berada di level paling tinggi dan jauh dari kata murah.
Di pasar yang belum benar-benar lepas dari tekanan energi global, pola harga seperti ini terlihat jelas pada Pertamina, Shell, BP, dan Vivo. Menjelang akhir Mei 2026, tarif di banyak produk tidak banyak berubah dari awal bulan, menandakan penyesuaian besar sudah lebih dulu terjadi.
Diesel premium tetap paling mahal
Perbedaan paling mencolok ada pada lini diesel non-subsidi. Di jaringan Pertamina wilayah Jawa, Dexlite dipatok Rp26.000 per liter dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter, jauh di atas bensin non-subsidi yang masih berada di kisaran Rp12.300 hingga Rp19.900 per liter.
Pola serupa juga terlihat di SPBU lain. Shell V-Power Diesel tercatat Rp30.890 per liter, BP Ultimate Diesel Rp29.890 per liter, dan Diesel Primus milik Vivo juga Rp30.890 per liter.
Bensin non-subsidi relatif lebih stabil
Di sisi bensin, harga terlihat lebih terkendali. Pertamina memasang Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter, dan Pertamax Turbo Rp19.900 per liter di wilayah Jawa.
Bahan bakar bersubsidi juga tetap berada di level yang sama. Pertalite dibanderol Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter, sehingga selisih antara bensin dan diesel premium tetap terasa lebar bagi konsumen.
Harga Pertamina berbeda antarwilayah
Pertamina tidak menerapkan harga yang sama untuk semua daerah, terutama pada produk non-subsidi. Di Aceh dan Sumatera Utara, Pertamax dipatok Rp12.600 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.350 per liter, lebih tinggi dibanding wilayah Jawa.
Di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax tetap Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Turbo berada di Rp19.900 per liter. Bali dan Nusa Tenggara Barat juga mengikuti level yang sama untuk dua produk tersebut.
Di Nusa Tenggara Timur, harga naik menjadi Pertamax Rp12.600 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.350 per liter. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara memasang Pertamax Rp12.900 per liter serta Pertamax Turbo Rp20.750 per liter.
Wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan seluruh Sulawesi masih berada di level Rp12.600 per liter untuk Pertamax dan Rp20.350 per liter untuk Pertamax Turbo. Di beberapa wilayah luar Jawa, tekanan paling terasa tetap datang dari produk diesel, terutama di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, ketika Pertamina Dex mencapai Rp29.100 per liter dan Dexlite Rp27.150 per liter.
Shell, BP, dan Vivo ikut bertahan di pola harga yang sama
Shell kembali menyalurkan BBM diesel setelah sempat mengalami keterbatasan pasokan sejak awal 2026. Kehadiran kembali Shell V-Power Diesel di beberapa wilayah Pulau Jawa ikut membuat segmen diesel premium tetap ramai, dengan harga Rp30.890 per liter pada 9 Mei 2026.
BP juga mempertahankan posisi di kelas premium. BP 92 dijual Rp12.390 per liter, BP Ultimate Rp12.930 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp29.890 per liter.
Vivo mengikuti pola yang tidak jauh berbeda. Revvo 92 dibanderol Rp12.390 per liter, sedangkan Diesel Primus berada di Rp30.890 per liter, sehingga harga bensin dan diesel di jaringan ini juga sama-sama mencerminkan kondisi pasar yang masih ketat.
Secara keseluruhan, pergerakan harga BBM hari ini menunjukkan bensin non-subsidi cenderung lebih tenang, sementara diesel premium masih menjadi beban utama di banyak SPBU. Bagi pengguna kendaraan diesel, terutama untuk operasional dan perjalanan jarak jauh, ongkos isi ulang tetap menjadi bagian yang paling berat.
Source: moladin.com