Chip GDDR7 3GB Tembus USD 70, Peluncuran Nvidia RTX 5000 Super Tertahan

Author: Redaksi Android62

Harga satu chip GDDR7 3GB dilaporkan telah mencapai sekitar USD 60 hingga USD 70, angka yang menjadi kendala serius bagi rencana peluncuran lini kartu grafis Nvidia terbaru. Kenaikan biaya tersebut disebut membuat Nvidia menahan peluncuran Nvidia RTX 5000 Super, meski sejumlah modelnya dilaporkan sudah dipersiapkan.

Hambatan utama bukan dikaitkan dengan performa GPU, melainkan tingginya biaya komponen memori. Kondisi ini berpotensi memperpanjang waktu tunggu konsumen untuk varian Super yang sebelumnya muncul dalam berbagai bocoran.

Selisih Harga Chip Sangat Lebar

Menurut laporan VideoCardz, chip GDDR7 2GB standar berada di kisaran USD 20 per unit. Sebaliknya, kapasitas GDDR7 3GB yang hanya naik 50% justru dapat membawa biaya chip menjadi lebih dari tiga kali lipat.

Jenis Memori Kapasitas Harga yang Dilaporkan
GDDR7 standar 2GB Sekitar USD 20
GDDR7 3GB 3GB Sekitar USD 60 hingga USD 70

Lonjakan harga itu dapat membengkakkan biaya material atau bill of material pada setiap kartu grafis yang memakai konfigurasi memori baru. Situasi tersebut menjadi rumit apabila produk tetap harus dipasarkan pada atau mendekati harga ritel yang direkomendasikan Nvidia.

Memori GDDR7 3GB sebenarnya memberi keuntungan desain yang penting bagi produsen. Kapasitas VRAM dapat ditambah tanpa meningkatkan jumlah modul memori atau mengubah lebar bus memori pada kartu grafis.

Pendekatan itu dapat menjaga rancangan papan sirkuit tetap lebih sederhana. Namun, manfaat teknis tersebut sulit menutup tekanan biaya ketika harga chip memori meningkat tajam.

Tekanan Berada di Mitra Pembuat Kartu

Sejak 2025, pengadaan chip memori disebut dilakukan secara mandiri oleh masing-masing mitra pembuat papan sirkuit atau board partner. Artinya, dampak kenaikan harga memori tidak hanya ditanggung oleh Nvidia, tetapi juga oleh perusahaan yang memproduksi kartu grafis untuk pasar ritel.

Jika harga jual kartu dipertahankan terlalu dekat dengan MSRP, margin mitra dapat menjadi sangat tipis. Dalam kondisi tertentu, produsen kartu dapat memilih tidak memproduksi model tersebut daripada menjualnya dengan risiko kerugian per unit.

Tekanan pasokan juga muncul ketika kapasitas produksi DRAM dan NAND dilaporkan banyak terserap oleh perusahaan komputasi AI. Kebutuhan industri tersebut membuat ketersediaan komponen memori bagi produk konsumen menjadi lebih ketat.

Model yang Disebut Terdampak

Sejumlah model dalam jajaran Super dilaporkan sedang dikerjakan, tetapi jadwal peluncurannya kini belum pasti. RTX 5050 9GB juga disebut dapat terdampak karena dikabarkan memakai chip GDDR7 3GB.

Model Informasi yang Dilaporkan Status
GeForce RTX 5080 Super Masuk daftar model yang dikerjakan Ditahan
GeForce RTX 5070 Ti Super Masuk daftar model yang dikerjakan Ditahan
GeForce RTX 5070 Super Masuk daftar model yang dikerjakan Ditahan
GeForce RTX 5050 9GB Dikaitkan dengan GDDR7 3GB Belum diputuskan

Nama RTX 5080 Super dilaporkan muncul dalam kalkulator daya atau PSU milik Seasonic. Sebelumnya, RTX 5070 Super dan RTX 5070 Ti Super juga telah ditambahkan ke kalkulator tersebut pada September, sehingga memperkuat dugaan bahwa varian-varian itu sedang disiapkan.

Meski demikian, seluruh informasi mengenai peluncuran lini Super masih berupa laporan dan bocoran, bukan pengumuman resmi Nvidia. Keputusan akhir akan sangat dipengaruhi oleh arah harga memori serta kemampuan mitra menjaga margin produksi.

Risiko Pasokan Belum Berakhir

Krisis pasokan memori juga diperkirakan tidak segera mereda. SK Hynix sebelumnya memperkirakan 2027 dapat menjadi periode terburuk bagi industri dari sisi ketersediaan memori.

Perusahaan tersebut menilai permintaan pasar berpotensi tetap melampaui pasokan bahkan hingga melewati 2030. Jika harga memori tidak turun dalam waktu dekat, jadwal RTX 5000 Super dan RTX 5050 9GB dapat terus berada dalam ketidakpastian.

Berita Terbaru