Huawei dan Apple Melaju Saat Pasar HP China Menyusut dan Harga Mulai Tertekan

Author: Redaksi Android62

Huawei mencatat pertumbuhan pengiriman 24% secara tahunan dan menguasai 23% pasar smartphone China pada kuartal II 2026. Capaian ini menempatkan Huawei di posisi terdepan saat pengiriman pasar secara keseluruhan justru turun 2%.

Apple juga bergerak berlawanan dengan tren pasar melalui kenaikan pengiriman 23% secara tahunan. Harga seri iPhone 17 yang relatif stabil menjadi keunggulan ketika biaya komponen mulai mendorong sejumlah merek Android menaikkan harga.

Kontras Kinerja di Pasar yang Melemah

Data awal Counterpoint Research memperlihatkan pasar China sedang menghadapi tekanan dari lonjakan harga memori dan penyimpanan. Kondisi ini mengubah prioritas produsen dari mengejar pengiriman besar-besaran menjadi menjaga margin keuntungan.

Merek Pangsa Pasar Q2 2026 Pertumbuhan Tahunan Pendorong Utama
Huawei 23% 24% Enjoy 90 Pro Max dan Pura X Max
Apple 23% Harga iPhone 17 relatif stabil

Huawei mencapai pangsa pasar tertingginya sejak akhir 2020 di tengah penyusutan industri. Permintaan yang stabil terhadap Enjoy 90 Pro Max dan keberhasilan peluncuran Pura X Max menjadi penopang penting bagi kinerja perusahaan.

Pura X Max menunjukkan bahwa segmen ponsel lipat premium masih menyisakan ruang pertumbuhan. Format lipat lebar pada perangkat tersebut membantu Huawei mempertahankan daya tariknya di kategori bernilai tinggi.

Harga Komponen Menggeser Strategi Android

Kenaikan biaya memori dan penyimpanan paling menekan merek yang bergantung pada perangkat berharga rendah dan volume penjualan besar. Oppo, Vivo, dan Xiaomi disebut mulai mengurangi produksi model kelas bawah untuk melindungi profitabilitas.

Ketiga perusahaan masih mengandalkan lini mass-market untuk membatasi dampak perlambatan permintaan. Oppo memiliki Reno 16, Vivo mengandalkan Y600 Pro, sementara Xiaomi bertumpu pada seri Redmi K90.

Tekanan biaya belum sepenuhnya terlihat pada harga perangkat selama paruh pertama 2026 karena banyak produsen masih memakai stok memori yang dibeli lebih murah pada akhir tahun sebelumnya. Dampak yang lebih besar diperkirakan muncul ketika komponen dengan harga lebih tinggi masuk ke lini perakitan pada paruh kedua tahun ini.

Situasi tersebut dapat memperluas kenaikan harga smartphone baru, terutama pada kategori yang sangat sensitif terhadap biaya produksi. Bagi produsen, pengelolaan persediaan komponen dan kemampuan menjaga harga kini menjadi faktor persaingan yang sama pentingnya dengan jumlah unit yang dikirimkan.

Apple Diuntungkan oleh Keputusan Pembeli Lebih Awal

Menurut Gizmochina, daya saing Apple meningkat ketika produsen Android menghadapi tekanan harga yang lebih besar. Sebagian konsumen juga mempercepat keputusan mengganti perangkat karena ada ekspektasi harga iPhone dapat naik pada kuartal III.

Stabilitas harga seri iPhone 17 memberi Apple posisi yang lebih kuat di pasar China yang makin berhati-hati terhadap pengeluaran. Keuntungan itu muncul bukan karena pasar kembali tumbuh, melainkan karena pilihan perangkat pesaing berpotensi menjadi lebih mahal.

Tekanan Keterjangkauan Meluas ke India

Gejala serupa terlihat di India, tempat pengiriman smartphone kuartal II turun 10%, penurunan terdalam dalam enam tahun. Harga rata-rata perangkat di negara tersebut naik 15%, dengan segmen ponsel murah menjadi bagian yang paling terdampak.

Perangkat premium di India masih menunjukkan ketahanan, sementara Vivo mempertahankan posisi teratas dan Nothing tumbuh 105% melalui Phone (4a). Counterpoint Research memperkirakan pasar India menyusut 13% sepanjang tahun ini karena masalah keterjangkauan, menandakan biaya komponen dapat menjadi hambatan bagi pasar global.

Source: www.gizmochina.com
Berita Terbaru