Apple menaikkan harga seluruh lini iPhone 17 di Jepang, dengan lonjakan persentase tertinggi mencapai sekitar 11% pada iPhone Air 256GB. Kebijakan ini membuat pembeli menghadapi kenaikan hingga puluhan ribu yen, termasuk pada model premium iPhone 17 Pro Max.
iPhone 17 Pro Max 256GB mencatat kenaikan nominal terbesar, yaitu ¥20.000. Harganya berubah dari ¥194.800 menjadi ¥214.800, atau sekitar 10% lebih tinggi.
Enam Model Mengalami Penyesuaian
Penyesuaian harga tidak hanya menyasar perangkat baru dengan posisi premium. Model yang lebih terjangkau dan iPhone generasi sebelumnya yang masih dipasarkan di Jepang juga ikut mengalami kenaikan.
| Model | Harga Sebelumnya | Harga Baru | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| iPhone 17 Pro Max 256GB | ¥194.800 | ¥214.800 | ±10% |
| iPhone 17 Pro 256GB | ¥179.800 | ¥194.800 | ±8% |
| iPhone Air 256GB | ¥159.800 | ¥177.800 | ±11% |
| iPhone 17e 256GB | ¥99.800 | ¥107.800 | ±8% |
| iPhone 17 256GB | ¥129.800 | ¥142.800 | ±10% |
| iPhone 16 128GB | ¥114.800 | ¥124.800 | ±9% |
iPhone Air 256GB menjadi varian dengan kenaikan relatif paling tinggi dalam kebijakan tersebut. Harga perangkat ini bertambah ¥18.000, dari ¥159.800 menjadi ¥177.800.
Di kelas Pro, iPhone 17 Pro 256GB naik dari ¥179.800 menjadi ¥194.800. Sementara itu, iPhone 17 reguler 256GB bertambah ¥13.000 dan kini dijual seharga ¥142.800.
Segmen harga lebih rendah juga tidak terlepas dari penyesuaian. iPhone 17e 256GB naik dari ¥99.800 menjadi ¥107.800, sedangkan iPhone 16 128GB berubah dari ¥114.800 menjadi ¥124.800.
Pelemahan Yen Menjadi Tekanan Utama
Apple belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan perubahan harga tersebut. Namun, pelemahan nilai tukar yen dinilai menjadi faktor utama yang mendorong penyesuaian harga di pasar Jepang.
Yen disebut berada pada level terendah dalam sekitar 40 tahun terakhir. Situasi itu membuat pendapatan yang diterima Apple dari Jepang bernilai lebih rendah ketika dikonversi ke dolar AS.
Bagi perusahaan, kenaikan harga dapat menjadi cara menjaga nilai pendapatan dari pasar Jepang agar tetap sejalan dengan pasar global. Bagi konsumen, kondisi ini berarti perangkat yang sama menjadi lebih mahal tanpa perubahan model yang disebutkan dalam kebijakan harga.
Biaya Memori Turut Menambah Beban
Tekanan harga tidak hanya datang dari nilai tukar yen. Apple juga menghadapi kenaikan biaya komponen, terutama chip memori DRAM dan NAND Flash, di tengah tekanan rantai pasok global.
Produsen semikonduktor disebut memprioritaskan komponen untuk perusahaan yang membangun pusat data AI. Prioritas tersebut membuat pasokan memori bagi produsen komputer dan ponsel pintar semakin terbatas.
Permintaan infrastruktur AI yang meningkat kemudian menambah biaya produksi smartphone. Persaingan untuk mendapatkan komponen penting membuat tekanan terhadap harga iPhone semakin besar di luar persoalan kurs.
Sebelum lini iPhone mengalami penyesuaian, Apple telah menaikkan harga sejumlah produk Mac dan iPad di Jepang. Kenaikan pada lini iPhone kali ini menjadi penyesuaian harga pertama untuk perangkat tersebut, setelah sebelumnya perubahan harga lebih banyak terjadi pada produk lain seperti AirPods.
CEO Apple Tim Cook sebelumnya mengakui bahwa perusahaan menghadapi kenaikan harga komponen yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang kariernya. Kondisi itu menunjukkan biaya perangkat menjadi tantangan penting bagi produsen, terutama ketika pelemahan yen dan pasokan memori yang ketat terjadi bersamaan.







