2 Tentara AS Tewas di Yordania, Serangan Iran Memperlebar Risiko Konflik

Dua anggota militer Amerika Serikat tewas saat menghadapi serangan rudal balistik dan drone Iran di Yordania. Insiden itu juga menyebabkan satu personel AS hilang serta empat lainnya dievakuasi untuk mendapat perawatan medis.

Peristiwa tersebut menunjukkan dampak konflik yang kini menjalar ke lokasi penempatan pasukan dan aset militer AS di kawasan. Yordania menjadi salah satu wilayah yang terdampak langsung ketika ketegangan Washington dan Teheran meningkat.

Korban dalam Serangan

Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan pasukan AS dan sekutunya sedang bertahan ketika serangan berlangsung. Keterangan itu disampaikan setelah Pentagon mengungkapkan informasi mengenai serangan pada Sabtu, 18 Juli 2026, waktu setempat.

Status personel ASJumlahKeterangan
Tewas2 orangGugur saat menghadapi serangan Iran
Hilang1 orangBelum ada rincian mengenai pencarian
Dirawat4 orangDievakuasi ke rumah sakit di Yordania

CENTCOM menyatakan, “Dua anggota militer AS tewas saat pasukan AS dan sekutu bertahan dari serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak Iran.” Lembaga itu tidak menjelaskan identitas para korban maupun unit militer tempat mereka bertugas.

Empat personel yang terluka telah dibawa ke rumah sakit di Yordania. Hingga informasi itu disampaikan, belum ada penjelasan mengenai kondisi medis mereka.

Nasib satu personel yang dilaporkan hilang juga belum dirinci lebih lanjut. Tidak ada keterangan yang tersedia mengenai lokasi terakhir maupun perkembangan operasi pencarian.

Ancaman Operasi Skala Penuh

Serangan di Yordania terjadi ketika Iran mengancam akan meningkatkan skala operasi militernya jika serangan AS terhadap negara itu berlanjut. Peringatan tersebut disampaikan Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

Rezaei, yang juga dikenal sebagai penasihat militer senior pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara yang dikutip penyiar negara IRIB pada Jumat, 17 Juli. Ia menilai konflik dapat memasuki tahap yang lebih luas dalam waktu dekat.

“Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh,” kata Rezaei. Ia menegaskan Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan atau respons yang sepadan.

Menurut Rezaei, tidak akan ada batas politik yang aman dari kekuatan serangan Iran bila eskalasi terus berlanjut. Ia juga mengatakan respons Teheran dapat meluas hingga ke luar perbatasan Iran.

Konflik Menjalar ke Negara Penempatan Aset AS

Pernyataan Iran itu muncul saat AS disebut telah menyerang target-target Iran selama tujuh malam berturut-turut. Teheran kemudian membalas dengan menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset militer Washington.

Iran juga menuntut AS membayar ganti rugi finansial atas serangan yang disebut menyasar infrastruktur sipil. Washington membantah sengaja menargetkan fasilitas sipil di Teheran.

Rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa risiko konflik tidak lagi terbatas pada wilayah Iran. Korban di Yordania menandai ancaman langsung terhadap personel AS dan sekutunya di negara-negara kawasan.

Source: news.detik.com
Berita Terkait