Harga menjadi senjata utama Voge Storm 150 saat masuk ke pasar bebek sport. Di Filipina, motor ini dipasarkan 120.000 Peso Philippines atau sekitar Rp 33,9 jutaan, angka yang membuatnya tampil lebih murah dari salah satu rival terdekatnya.
Daya tarik itu langsung diperkuat oleh wajahnya yang sekilas terasa familier. Siluet bodi dan tata letak lampu depannya membuat Storm 150 kerap mengingatkan pada Yamaha Exciter 155 atau Sniper 155, meski Voge tetap memberi identitas sendiri lewat garis bodi yang tajam dan karakter sporty yang berbeda.
Desain yang dekat dengan selera pasar
Storm 150 memakai lampu di bagian atas dan bawah, dan keduanya sudah menggunakan proyektor. Kombinasi ini membuat tampilan depannya terlihat modern sekaligus agresif saat dilihat dari depan.
Pada sisi samping, bodinya dibentuk dengan lekukan tegas yang menonjolkan gaya underbone sporty. Karakter seperti ini membuat Storm 150 mudah dibandingkan dengan Exciter dan Sniper, terutama di pasar Filipina yang sudah akrab dengan bebek sport Jepang.
Mesin 149,6cc dengan transmisi 6-percepatan
Di balik tampilannya, Storm 150 dibekali mesin satu silinder 149,6cc DOHC 4-katup berpendingin radiator dan sistem injeksi EFI. Tenaga yang diklaim mencapai 15,4 hp pada 8.500 rpm, sementara torsinya 13,5 Nm pada 6.500 rpm.
Seluruh tenaga disalurkan lewat transmisi manual 6-percepatan. Agar perpindahan gigi terasa lebih halus, motor ini juga sudah memakai slipper clutch.
Fitur harian yang dibuat cukup lengkap
Storm 150 tidak hanya mengandalkan desain. Motor ini membawa panel instrumen LCD full-digital berukuran besar, lampu full LED, dan USB charger di bagian tengah.
Ada pula ruang keranjang di area tengah untuk membawa barang kecil. Sistem pengeremannya menggunakan cakram depan dan belakang, lalu ditambah ABS Single-Channel agar paket fiturnya terasa lebih kompetitif di kelasnya.
Kaki-kaki ringan untuk mobilitas aktif
Bagian kaki-kaki Storm 150 memakai suspensi teleskopik di depan dan monoshock di belakang. Velg alloy model bintang berukuran 17 inci dipadukan dengan tangki bensin 5,8 liter dan bobot 123 kilogram.
Komposisi ini menunjukkan arah pengembangan yang lincah dan praktis. Motor ini memang tampak disiapkan untuk pengendara yang membutuhkan bebek sport untuk mobilitas harian.
Bertemu lawan yang sudah punya nama besar
Masuk ke segmen underbone 150cc Filipina, Storm 150 langsung berhadapan dengan pemain Jepang yang sudah mapan dan merek China yang makin agresif. Yamaha Sniper 155 menjadi salah satu lawan yang paling kuat di arena ini karena reputasinya sudah lebih dulu terbentuk.
Sniper 155 membawa mesin 155cc SOHC 4-valve berpendingin radiator dengan teknologi VVA. Tenaga yang dihasilkan mencapai 17,7 hp pada 9.500 rpm dan torsinya 14,4 Nm pada 8.000 rpm.
Motor itu juga memakai transmisi manual 6-speed dan slipper clutch. Di sisi rangka, Sniper 155 dibangun dengan backbone dan bobot sekitar 119 kg, lalu dijual di Filipina seharga 125.900 Peso Philippines atau sekitar Rp 35,6 jutaan.
Dari sini terlihat posisi Storm 150 cukup jelas. Ia menawarkan harga yang lebih ramah dan kesan baru, sementara Sniper 155 masih unggul pada performa, teknologi mesin, dan reputasi yang sudah terbukti.
Source: ridertua.com