Harga Mahal, Aksesori Minim, Dan Software Lambat Bikin Motorola Razr Fold Sulit Diabaikan

Bagi banyak calon pembeli, harga menjadi tembok pertama yang langsung terasa saat melihat Motorola Razr Fold. Ponsel lipat bergaya buku ini dibanderol $1.900, sehingga posisinya masuk ke kelas yang sangat serius bahkan untuk pengguna yang sudah terbiasa dengan perangkat premium.

Angka itu memang masih $100 lebih murah dari Galaxy Z Fold 7 saat peluncuran. Namun, Razr Fold tetap berada di atas Pixel 10 Pro Fold saat diluncurkan tahun lalu, sehingga keputusan membeli perangkat ini jelas tidak bisa hanya didasarkan pada tampilan atau spesifikasi di atas kertas.

Di balik banderol yang tinggi, Motorola memang menyiapkan sejumlah daya tarik besar. Razr Fold membawa dua layar besar, baterai 6.000mAh, kamera 50MP di tiga sensor belakang, serta chipset Snapdragon 8 Gen 5 dengan RAM 16GB.

Sektor kamera menjadi salah satu bagian yang paling menonjol. Motorola memadukan sensor Sony Lytia dengan sentuhan Pantone, dan hasil fotonya disebut cerah serta hidup, dengan warna yang terlihat punchy dan menarik.

Penggunaan kameranya juga dibuat fleksibel untuk kebutuhan harian. Ponsel ini bisa dibuka dengan memutar dua kali, lalu memanfaatkan Action Shot untuk subjek bergerak cepat, sementara layar luar dapat dipakai sebagai viewfinder selfie atau layar pratinjau.

Untuk performa, kombinasi Snapdragon 8 Gen 5 dan RAM 16GB memberi bekal yang kuat. Konfigurasi ini mendukung multitasking yang mulus dan tetap nyaman untuk game berat.

Hasil pengujiannya juga tampak solid. Geekbench 6 mencatat skor single-core 2766, multi-core 9054, GPU OpenCL 17878, GPU Vulkan 21755, dan 3DMark Wild Life Extreme 4858.

Daya tahan baterai menjadi nilai jual lain yang sulit diabaikan. Motorola menanamkan baterai silikon-karbon 6.000mAh ke dalam bodi yang sangat tipis, dan teknologi ini memungkinkan kapasitas besar hadir di ruang yang lebih padat.

Dalam pemakaian harian, ketahanannya disebut sangat mengesankan. Perangkat ini mudah bertahan lebih dari sehari dan mendukung pengisian cepat 80W dengan charger serta kabel USB-C yang kompatibel.

Layar besar dan fitur lipat yang tidak sekadar gimmick

Razr Fold juga mengandalkan pasangan layar yang sama-sama lapang. Layar luarnya berukuran 6,6 inci dengan refresh rate 165Hz dan kecerahan puncak 6.000 nits, sedangkan layar utama 8,1 inci memberi ruang yang luas untuk bekerja dan menonton.

Motorola memaksimalkan format lipat itu lewat fitur multitasking. Pengguna bisa menjalankan tiga aplikasi sekaligus lewat split-screen, lalu menambahkan aplikasi keempat dalam mode floating freeform.

Ada juga Desk Mode saat perangkat dilipat pada sudut tertentu. Mode ini menampilkan jam, kalender, tugas mendatang, dan notifikasi seperti layar meja pintar.

Saat dibuka miring seperti laptop, Laptop Mode mengubah bagian bawah layar menjadi trackpad. Mode itu juga menampilkan shortcut khusus, dan keyboard penuh muncul otomatis ketika pengguna mengetik di kolom teks.

Motorola turut menjanjikan dukungan software yang panjang. Perusahaan menyebut akan memberikan tujuh tahun pembaruan OS dan pembaruan keamanan dua bulanan.

Tiga hal yang membuat keputusan beli tidak sesederhana itu

Meski punya banyak keunggulan, Razr Fold masih menyimpan tiga hambatan utama. Harga adalah yang paling langsung terasa, terutama karena posisinya sebagai salah satu ponsel paling mahal yang pernah dijual Motorola.

Hambatan kedua ada pada aksesori pelindung. Ponsel ini memang memakai material alternatif di bagian belakang, bukan kaca, tetapi pilihan case masih sangat terbatas untuk perangkat semahal ini.

Motorola baru menyiapkan satu case resmi dalam dua warna, dan itu pun belum hadir sampai 12 Juni. Opsi dari merek besar juga masih belum banyak, sehingga pengguna yang ingin perlindungan ekstra harus lebih sabar.

Keraguan ketiga datang dari sisi software. Motorola memang sudah memperbaiki dukungan jangka panjang, tetapi soal kecepatan mendapat fitur baru, Pixel dan Samsung masih sering lebih dulu.

Contohnya, dukungan Quick Share untuk AirDrop lebih dulu hadir di Pixel lalu meluas ke Samsung sebelum sampai ke perangkat lain. Bagi pembeli yang ingin fitur terbaru secepat mungkin, situasi ini masih bisa memunculkan rasa tertinggal.

Stylus aktif sebagai bonus tambahan

Di luar daftar fitur utama, Motorola juga menyertakan Moto Pen Ultra sebagai stylus aktif khusus. Aksesori ini mendukung sensitivitas tekanan, tilt detection, Bluetooth, remote shutter, dan tombol samping untuk fitur seperti Circle to Search.

Kehadiran stylus tersebut menambah kesan bahwa Razr Fold memang ingin tampil sebagai foldable yang lengkap. Namun, dengan harga setinggi itu, minimnya aksesori pelindung dan tempo software yang tidak selalu paling cepat tetap menjadi dua hal yang patut dipikirkan sebelum membeli.

Berita Terkait