Biaya Memori Menekan PS6, Peluncurannya Kini Diperkirakan Mundur ke 2028 atau 2029

Author: Redaksi Android62

Peluncuran PS6 kini diperkirakan bergeser ke 2028, bahkan bisa mundur lagi ke 2029, seiring tekanan besar dari harga memori dan penyimpanan yang terus naik. Kondisi itu membuat konsol generasi berikutnya berisiko hadir dengan harga yang lebih tinggi jika Sony tetap mengejar spesifikasi yang ambisius.

Embracer Group menyampaikan pandangan tersebut dalam laporan tahunannya yang terbaru. Konglomerat penerbit yang memiliki studio seperti Crystal Dynamics dan THQ Nordic itu menilai biaya komponen hardware menjadi faktor yang makin sulit diabaikan dalam perencanaan generasi konsol berikutnya.

Komponen mahal, harga konsol ikut tertekan

Embracer menyoroti bahwa kenaikan harga memori dan penyimpanan sudah mulai menekan perangkat generasi saat ini. Sony dan Nintendo bahkan baru-baru ini menaikkan harga jual resmi PS5, PS5 Pro, dan Switch 2 sebagai respons atas kelangkaan yang dipicu permintaan dari sektor AI.

Tekanan biaya ini tidak hanya terasa pada perangkat yang sudah beredar di pasar. Proyeksi yang dikutip Embracer menyebut sejumlah analis melihat Sony mempertimbangkan mundur dari target debut PlayStation berikutnya yang semula 2027 menjadi 2028 atau 2029.

Ruang gerak Sony makin sempit

Situasi pasar komponen membuat Sony harus berhitung lebih hati-hati saat menentukan spesifikasi PS6. Jika lompatan performanya dibuat besar, kebutuhan investasinya juga bisa melonjak dan pada akhirnya membebani harga jual konsol.

Leaker KeplerL2 memperkirakan Sony bisa menurunkan kapasitas VRAM GDDR7 yang dirumorkan, dari 30GB menjadi 24GB. Di sisi lain, ada juga upaya untuk menekan kebutuhan penyimpanan melalui metode kompresi file baru, meski langkah itu belum tentu cukup menghapus tekanan biaya dari pasar memori dan storage.

Tanda tekanan sudah terlihat di generasi sekarang

Kenaikan MSRP PS5, PS5 Pro, dan Switch 2 menunjukkan bahwa biaya produksi dan pasokan komponen sudah memengaruhi harga jual ke konsumen. Dalam laporan yang sama, Embracer juga mencatat penjualan game konsol naik 3% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, kenaikan itu belum cukup untuk mengimbangi beban biaya yang lebih besar. Perusahaan berharap peluncuran GTA 6 dapat mendorong kenaikan yang lebih kuat pada 2026, meski tarif dan biaya komponen seperti DRAM tetap menjadi hambatan utama bagi proyeksi tersebut.

Sony sendiri sebelumnya telah mengakui bahwa adopsi PS5 melemah pada kuartal keempat 2025. Perusahaan juga menyebut permintaan dari pusat data AI dapat mengganggu rencana PS6, sementara kenaikan harga perangkat mulai terlihat menekan penjualan konsol di beberapa pasar.

Harapan ada di penurunan harga komponen

Embracer menilai masa tunggu yang lebih panjang bisa memberi waktu bagi harga penyimpanan dan memori untuk turun. Jika biaya komponen menjadi lebih bersahabat pada akhir 2028 atau 2029, Sony akan memiliki ruang lebih besar untuk membawa PS6 ke pasar dengan harga yang lebih masuk akal.

Untuk saat ini, arah pasar justru menunjukkan sebaliknya. Biaya komponen diperkirakan tetap tinggi hingga 2027 dan mungkin berlanjut ke 2028, sehingga peluang perbaikan jangka pendek terlihat kecil bagi industri konsol.

Source: www.notebookcheck.net
Berita Terbaru