Harga Obat Di Iran Melonjak Hingga Dua Kali Lipat, Warga Kian Cemas Di Tengah Perang

Author: Redaksi Android62

Harga obat di Iran dilaporkan melonjak tajam di tengah perang yang masih meninggalkan dampak luas pada kehidupan warga. Sejumlah pejabat Iran menyebut harga beberapa obat sudah naik dua kali lipat, dan pada kasus tertentu kenaikannya bahkan mencapai 1.000 persen.

Kenaikan itu terjadi saat masyarakat juga menghadapi kecemasan yang makin besar dan gangguan pada akses layanan kesehatan. Di beberapa fasilitas, jumlah pasien yang datang untuk konsultasi ikut meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Lonjakan konsultasi di fasilitas kesehatan

Kepala misi Doctors Without Borders atau MSF di Iran, Simonyan, menyebut tekanan pada layanan kesehatan terasa kuat setelah gencatan senjata diumumkan. Banyak warga tetap datang dengan rasa tidak pasti yang tinggi terhadap situasi berikutnya.

Simonyan mengatakan para pasien membawa kecemasan yang berat ke ruang konsultasi. “Pasien merasa sangat tidak pasti tentang apa yang akan terjadi ke depan,” ujarnya dikutip dari Al Jazeera.

Kondisi tersebut membuat fasilitas kesehatan menjadi salah satu tempat pertama yang menerima dampak sosial dari perang. Tekanan layanan bukan hanya datang dari kebutuhan medis, tetapi juga dari meningkatnya kekhawatiran warga.

Obat makin mahal dan pasokan terganggu

Di sisi lain, beban rumah tangga bertambah karena harga obat ikut terdorong naik. Pejabat Iran menyebut hingga 20 persen jenis obat mengalami perubahan harga, dengan lonjakan paling tajam terjadi pada obat yang bergantung pada bahan baku dan material penting yang makin langka.

Kelangkaan itu memperlihatkan bahwa masalah tidak berhenti pada harga. Gangguan pasokan ikut membuat akses terhadap obat dan bahan medis menjadi lebih sulit, terutama ketika kebutuhan masyarakat justru meningkat.

Tekanan dari sanksi dan serangan

Masalah pasokan juga dikaitkan dengan sanksi Amerika Serikat yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Selain itu, serangan AS dan Israel terhadap sektor kesehatan, termasuk perusahaan farmasi terbesar di Iran, turut melemahkan kemampuan produksi dan distribusi di dalam negeri.

Tekanan semakin besar setelah adanya blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Situasi itu memperlambat pergerakan barang, termasuk kebutuhan kesehatan, dan menambah gangguan pada rantai pasok secara umum.

Sistem kesehatan masih berjalan di bawah tekanan

Meski menghadapi banyak hambatan, sistem kesehatan Iran masih mampu memenuhi kebutuhan dasar. Simonyan menyebut salah satu penopangnya adalah pasokan medis yang diproduksi di dalam negeri.

Namun, ia menegaskan bahwa dampak perang tetap meluas ke rantai pasok dan menambah beban layanan kesehatan. Artinya, kebutuhan dasar masih bisa dipenuhi, tetapi ruang gerak sektor kesehatan menjadi semakin sempit.

Dalam situasi seperti ini, perang terasa jauh lebih dekat bagi warga sipil. Dampaknya hadir bukan hanya di medan pertempuran, tetapi juga di antrean konsultasi, pasokan obat, dan biaya yang harus ditanggung keluarga setiap hari.

Source: www.viva.co.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru