Presiden Donald Trump mengklaim militer Amerika Serikat menewaskan Héctor Rusthenford Guerrero Flores, tokoh yang disebut sebagai pemimpin geng Tren de Aragua, dalam sebuah operasi rahasia yang berlangsung cepat dan tepat sasaran. Klaim itu menandai eskalasi terbaru dalam perburuan pemerintah AS terhadap kelompok yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Pemerintah Venezuela kemudian juga mengonfirmasi adanya operasi di negara bagian Bolívar, wilayah tenggara Venezuela, dan menyebut bentrokan itu berujung pada tewasnya Guerrero Flores, yang dikenal dengan nama “Niño Guerrero”.
Operasi yang diklaim menyasar markas geng
Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan lewat platform X bahwa serangan tersebut terjadi pada awal pekan ini. Ia menyebut sasaran operasi berada di sebuah markas Tren de Aragua di Venezuela dan menggambarkannya sebagai bagian dari upaya melawan “narco-teroris”.
Hegseth juga menegaskan bahwa kelompok itu tidak boleh memiliki ruang aman di kawasan Amerika. Pernyataan itu memperkuat sikap keras pemerintahan Trump yang selama ini menempatkan Tren de Aragua sebagai ancaman keamanan dan perdagangan narkoba.
Identitas tokoh yang disebut tewas
Guerrero Flores sebelumnya didakwa di pengadilan federal New York atas tuduhan konspirasi pemerasan terorganisasi dan sejumlah kejahatan lain. Otoritas AS juga menyebut ada dakwaan terkait dukungan kepada teroris dalam rangkaian aktivitas kriminal yang dikaitkan dengannya selama lebih dari satu dekade.
Tokoh itu telah lama menjadi simbol utama Tren de Aragua, kelompok yang tumbuh dari sebuah penjara di negara bagian Aragua, Venezuela tengah. Di masa awal perkembangannya, sistem penjara yang melemah membuat para narapidana berhasil mengambil alih fasilitas itu lewat kekerasan dan pemerasan.
Jejak geng dari penjara ke jaringan kriminal
Guerrero Flores kembali dipenjara pada 2013 setelah divonis atas kasus pembunuhan dan kejahatan lain. Seiring waktu, penjara tersebut berubah menjadi semacam kompleks tertutup dengan fasilitas seperti kebun binatang, lapangan bisbol, kasino, dan restoran.
Di dalam kompleks itu, Guerrero Flores disebut memiliki suite pribadi yang mewah. Gambaran tersebut menunjukkan bagaimana geng itu berkembang dari kendali atas penjara menjadi jaringan kriminal yang lebih luas dan sulit diberantas.
Langkah keras Washington dan dampaknya
Pemerintahan Trump memang telah mengintensifkan operasi terhadap pihak-pihak yang disebut sebagai narco-teroris. Salah satu langkahnya adalah serangkaian serangan terhadap kapal kecil yang dituduh dipakai untuk menyelundupkan narkoba ke Amerika Serikat.
Sejak awal September, ketika operasi penargetan itu dimulai, sedikitnya 207 orang dilaporkan tewas dalam serangan di Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia. Skala itu menunjukkan bahwa kampanye Washington jauh melampaui satu sasaran di Venezuela.
Trump dan para pejabatnya berulang kali menuduh Tren de Aragua menjadi sumber kekerasan dan peredaran narkoba ilegal di sejumlah kota AS. Trump juga terus mengaitkan kelompok itu dengan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, meski penilaian intelijen AS yang telah dideklasifikasi disebut bertentangan dengan klaim tersebut.
Sorotan regional atas Tren de Aragua
Di luar Amerika Serikat, kelompok ini juga dituduh terlibat dalam gelombang kekerasan di negara-negara yang menampung banyak migran Venezuela, termasuk Peru dan Kolombia. Namun, menurut InSight Crime, Tren de Aragua tidak memiliki peran besar dalam penyelundupan kokain lintas negara seperti sejumlah jaringan kriminal dari Kolombia, Amerika Tengah, dan Brasil.
Di Venezuela sendiri, para pemimpin geng kriminal telah lama dikaitkan dengan aktivitas ilegal seperti pertambangan emas dan perdagangan narkoba. Isu itu ikut bersinggungan dengan rencana pemerintah AS untuk membuka jalan pemulihan ekonomi Venezuela, termasuk pada sektor pertambangan legal, sebagai bagian dari pendekatan bertahap Washington terhadap negara tersebut.
