Harga RAM global diperkirakan belum akan mereda sepanjang 2026, dengan tekanan paling besar justru muncul pada paruh kedua tahun tersebut. Analis memproyeksikan lonjakan harga memori bisa mencapai 40 hingga 50 persen pada kuartal ketiga dibandingkan kuartal sebelumnya, lalu naik lagi 30 hingga 40 persen pada kuartal keempat.
Proyeksi itu memperlihatkan bahwa kenaikan harga RAM bukan sekadar gangguan sementara. Pergeseran besar di industri semikonduktor, terutama karena kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan, membuat pasokan memori untuk pasar konsumen makin ketat.
AI Mengubah Arah Pasokan Memori
Maraknya pengembangan teknologi kecerdasan buatan mendorong perusahaan teknologi membangun pusat data yang lebih canggih. Infrastruktur semacam ini membutuhkan komponen memori berperforma tinggi dalam jumlah besar.
Akibatnya, pasar memori bergerak mengikuti kebutuhan server dan pusat data, bukan lagi perangkat konsumen. Kondisi ini membuat pasokan untuk komputer personal, ponsel, dan konsol permainan ikut tertekan.
Prediksi kenaikan harga tersebut datang dari Ethan Tan, konsultan industri memori sekaligus mantan eksekutif Samsung China, dalam pemaparan kepada analis Jefferies Equity Research. Ia menilai lonjakan harga itu jauh melampaui ekspektasi awal investor Barat maupun riset internal Jefferies.
Produsen Besar Lebih Memilih Server
Samsung, SK Hynix, dan Micron saat ini menguasai hampir seluruh pasokan chip DRAM dan NAND global. Ketiganya disebut lebih memprioritaskan produksi memori untuk server karena menawarkan margin keuntungan yang lebih tinggi.
Keputusan bisnis itu langsung berdampak pada pasar konsumen. Saat pasokan untuk perangkat umum dikurangi, harga komponen memori menjadi lebih mahal dan makin sulit dijangkau.
Efeknya juga menjalar ke biaya perakitan perangkat. Pada akhirnya, beban kenaikan itu dibawa ke konsumen akhir yang ingin membeli perangkat baru untuk bekerja, belajar, atau hiburan.
Dampak Mulai Terasa di Gadget dan PC
Tekanan biaya ini membuat sejumlah perusahaan teknologi besar mulai menyesuaikan harga produk mereka. Apple, Sony, dan Microsoft termasuk di antara nama yang disebut terdampak oleh lonjakan biaya perangkat keras.
Bagi pengguna, konsekuensi paling nyata adalah biaya upgrade yang semakin mahal. Banyak konsumen diperkirakan akan menunda pembelian laptop, PC rakitan, ponsel, atau konsol baru sampai harga komponen lebih stabil.
Pasar PC rakitan juga berpotensi terkena pukulan ganda. Selain RAM yang naik, biaya total perakitan bisa ikut membengkak karena komponen inti lain juga ikut terdorong naik.
| Fase Waktu | Perkiraan Pergerakan Harga | Keterangan |
|---|---|---|
| Kuartal III 2026 | Naik 40 hingga 50 persen | Dibandingkan kuartal sebelumnya |
| Kuartal IV 2026 | Naik 30 hingga 40 persen | Masih berada dalam tekanan kenaikan |
| 2027 | Naik 40 hingga 45 persen secara tahunan | Krisis pasokan diperkirakan masih berlanjut |
| 2028 | Turun 15 hingga 20 persen | Tanda pemulihan mulai terlihat |
Pasokan Belum Mampu Mengejar Permintaan
Ethan Tan memperkirakan kemajuan teknologi semikonduktor modern hanya akan menambah pasokan sekitar 7 hingga 8 persen pada 2026. Kenaikan output itu dinilai belum cukup untuk menutup lonjakan permintaan memori global.
Dengan selisih antara suplai dan permintaan yang masih lebar, krisis kelangkaan memori diperkirakan berlanjut sampai 2027. Harapan pemulihan baru muncul ketika kapasitas produksi massal meningkat lebih nyata pada 2028.
Dalam proyeksi yang sama, tanda pemulihan yang lebih jelas baru diperkirakan muncul pada 2028. Pada fase itu, harga memori diperkirakan bisa turun perlahan di kisaran 15 hingga 20 persen.
Peran China Masih Belum Cukup Besar
Di tengah krisis pasokan, pemasok memori asal China seperti CXMT diperkirakan belum mampu menjadi penyeimbang besar pada 2026 dan 2027. Kapasitas mereka masih dibatasi akses yang minim terhadap teknologi fabrikasi tingkat lanjut, termasuk mesin litografi EUV.
Hambatan teknologi itu membuat produsen domestik China belum mampu memproduksi cip memori generasi berikutnya secara mandiri dalam waktu dekat. Karena itu, tambahan pasokan dari China belum diperkirakan cukup untuk mengubah arah pasar dalam dua tahun tersebut.
Meski begitu, ada peluang perbaikan di segmen tertentu. Kemampuan teknologi memori NAND domestik China diyakini dapat mengejar ketertinggalan dengan industri global pada 2028, saat pasar juga diperkirakan mulai menunjukkan pemulihan yang lebih nyata.
Source: www.suara.com





