Harga Rp 500 Jutaan Dengan AI Pintar, Xiaomi Dan Huawei Mengguncang Mobil Listrik China

Author: Redaksi Android62

Harga mobil listrik pintar dari dua raksasa teknologi Tiongkok kini masuk ke level yang jauh lebih agresif. Xiaomi dan Huawei sama-sama membawa kendaraan dengan fitur digital yang kuat, sementara banderolnya mulai dari kisaran Rp 500 jutaan.

Panggung Auto China 2026 di Beijing menjadi tempat paling jelas untuk melihat perubahan itu. Ajang ini mengusung tema “Lead the Era, Intelligent Future” dan menampilkan lebih dari 1.400 kendaraan, termasuk 181 debut global dan 71 mobil konsep, dengan sorotan besar pada integrasi AI di kendaraan.

Xiaomi tampil dengan tiga varian SU7

Di antara nama yang paling menarik perhatian, Xiaomi hadir lewat SU7 2026 yang dibagi ke dalam tiga varian. Strategi ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya mengejar kesan futuristis, tetapi juga menyasar beberapa lapisan pasar sekaligus.

Varian standar SU7 dipasarkan sekitar Rp 500,3 juta. Model ini membawa tenaga 235 kW dan jarak tempuh 720 km, sehingga langsung menempatkannya sebagai mobil listrik berfitur tinggi dengan harga yang relatif agresif.

Di atasnya ada varian Pro yang dibanderol Rp 568,6 juta. Jarak tempuhnya mencapai 902 km, menjadi salah satu angka paling menonjol di lini SU7 yang dipamerkan.

Untuk pembeli yang mengejar performa, Xiaomi menyiapkan SU7 Max. Varian tertinggi ini menawarkan tenaga 508 kW atau setara 680 hp, jarak tempuh 835 km, dan harga sekitar Rp 691,4 juta.

Teknologi khas perusahaan digital masuk ke kabin dan sasis

Daya tarik SU7 tidak hanya datang dari angka tenaga dan jarak tempuh. Xiaomi juga membekali mobil ini dengan LiDAR, radar 4D, dan platform komputasi Nvidia Thor-U untuk mendukung sistem cerdas di dalam kendaraan.

Ada pula Dragon Chassis yang dipasang untuk membantu stabilitas berkendara. Di bagian kabin, Xiaomi menggunakan material premium agar kesan mewah tetap terasa di tengah pendekatan teknologi yang sangat kuat.

Soal keselamatan, SU7 memakai baja ultra-kuat dan sembilan airbag. Paket itu memperlihatkan bahwa mobil pintar tetap harus menjawab kebutuhan perlindungan penumpang.

Huawei memilih jalur kemitraan otomotif

Berbeda dari Xiaomi, Huawei bergerak lewat kolaborasi dengan produsen mobil. Salah satu hasilnya adalah Aito M6 2026 yang diperkenalkan bersama Seres.

Model ini dipasarkan mulai Rp 590 jutaan dan hadir dalam dua pilihan. Versi REEV menawarkan jarak tempuh hingga 760 km, sedangkan versi BEV ditujukan untuk pengguna yang menginginkan mobil listrik penuh.

Kekuatan utama Aito M6 ada pada Smart Driving dan Smart Cabin berbasis HarmonyOS. Integrasi itu membuat pengalaman berkendara terasa seperti memakai perangkat pintar yang menyatu dengan mobil.

Lini Luxeed ikut memperluas jangkauan Huawei

Huawei juga memperluas pengaruhnya melalui kerja sama dengan Chery. Dari kolaborasi tersebut lahir Luxeed Series, yang diposisikan untuk pasar kendaraan listrik pintar.

Luxeed S7 dibanderol mulai Rp 590 juta, sementara Luxeed R7 dipasarkan sekitar Rp 639 juta. Selain itu, Luxeed V9 menarik perhatian karena hadir sebagai MPV dengan jarak tempuh hingga 1.250 km dalam sekali isi daya.

Persaingan yang mulai terasa di luar Tiongkok

Kehadiran Xiaomi dan Huawei di Auto China 2026 memberi sinyal bahwa produsen teknologi Tiongkok kini tidak lagi sekadar bermain di sisi perangkat lunak atau komponen. Keduanya sudah tampil sebagai pemain utama yang menantang dominasi merek Barat, termasuk Tesla.

Perubahan ini juga mulai terasa di luar Tiongkok. Pangsa pasar mobil listrik Tiongkok di Eropa sudah mencapai 14 persen dan diperkirakan naik menjadi 25 persen dalam empat hingga lima tahun ke depan.

Bagi Asia Tenggara, termasuk Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Sejumlah merek Tiongkok seperti BYD, Chery, dan Geely sudah aktif di Tanah Air, sehingga peluang masuknya gelombang baru mobil listrik berbasis AI semakin terbuka.

Berita Terbaru