Harga HP Naik 15 Persen, Pengiriman Smartphone India Terjun 10 Persen

Pasar smartphone India mengalami tekanan besar pada kuartal kedua 2026. Pengiriman turun 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi penurunan kuartal Juni terdalam dalam enam tahun.

Pelemahan ini terjadi ketika harga jual rata-rata smartphone meningkat sekitar 15 persen pada akhir kuartal. Kenaikan tersebut menjangkau hampir semua kelas perangkat, sehingga konsumen semakin lama mempertahankan ponsel lama.

Kenaikan Biaya Komponen Menekan Permintaan

Biaya memori yang mencapai level tinggi mendorong sejumlah merek menaikkan harga perangkat beberapa kali. Inflasi dan melemahnya belanja diskresioner kemudian membuat keputusan untuk mengganti smartphone menjadi lebih berat bagi banyak pembeli.

Counterpoint Research menilai putaran kenaikan harga sebagai faktor utama yang menekan pengiriman. Analis Senior Counterpoint Research, Prachir Singh, juga menyoroti siklus penggantian smartphone yang memanjang karena konsumen lebih berhati-hati dalam berbelanja.

Penurunan pasar tidak menghentikan persaingan di antara merek-merek utama. Vivo masih memimpin pengiriman, sedangkan Samsung menjadi satu-satunya pemain di lima besar yang mencatat pertumbuhan tahunan.

MerekPangsa Pasar Q2 2026Kinerja
Vivo17,8 persenMemimpin pasar dengan dukungan seri V70
SamsungTidak dirinciPengiriman naik 2 persen secara tahunan
Oppo13,6 persenKuat melalui model A6 dan K14
Xiaomi termasuk Poco13,4 persenBerada di posisi keempat
Realme10 persenMenempati posisi kelima

Vivo Memimpin, Samsung Bertahan di Tengah Kontraksi

Vivo menguasai 17,8 persen pasar smartphone India tanpa memasukkan iQOO dalam perhitungannya. Seri premium V70 menopang permintaan, meski seri Y dan T melemah setelah penyesuaian harga.

Samsung mencatat kenaikan pengiriman 2 persen secara tahunan saat pasar secara keseluruhan menyusut. Permintaan Galaxy A dan Galaxy S, promosi musim panas, serta posisi yang lebih kuat di rentang Rs. 15.000 hingga Rs. 20.000 membantu kinerjanya.

Portofolio Galaxy A, M, dan F memberi Samsung jangkauan yang lebih luas di segmen harga tersebut. Kinerja itu berbeda dengan sebagian besar merek besar yang terdampak penurunan volume pasar.

Oppo berada di peringkat ketiga dengan pangsa 13,6 persen. Model A6 dan K14 disebut memiliki kinerja kuat pada kelas harga di atas Rs. 20.000.

Xiaomi bersama Poco menempati peringkat keempat dengan pangsa 13,4 persen. Realme mengikuti di posisi kelima dengan kontribusi 10 persen terhadap total pengiriman.

Nothing dan Google Tetap Mencatat Momentum

Nothing menjadi merek dengan pertumbuhan pengiriman tercepat di India setelah mencatat kenaikan 105 persen secara tahunan. Perhitungan tersebut tidak memasukkan CMF yang sebelumnya dikenal sebagai sub-merek perusahaan.

Permintaan Nothing Phone (4a) ikut menopang pertumbuhan itu. Visibilitas merek juga meningkat setelah Nothing menjadi sponsor utama Royal Challengers Bengaluru pada musim Indian Premier League 2026.

Ini merupakan kali kesembilan dalam 10 kuartal terakhir Nothing dinobatkan sebagai merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat di India. Data tersebut menunjukkan ruang ekspansi masih tersedia bagi merek dengan produk dan promosi yang kuat, meski pasar sedang melemah.

Apple mencatat penurunan pengiriman 3 persen secara tahunan dengan pangsa pasar 7 persen. Permintaan iPhone 17 series tetap kuat, tetapi keterbatasan pasokan dan inventaris di kanal daring maupun luring membatasi pengiriman.

Google juga tumbuh 68 persen secara tahunan pada kategori ultra-premium. Namun, lonjakan biaya komponen dan harga perangkat masih menjadi tantangan utama bagi pemulihan pasar smartphone India.

Source: www.gadgets360.com
Berita Terkait