Kenaikan harga solar nonsubsidi mulai mengubah keputusan pembeli mobil diesel di Indonesia. Sebagian konsumen kini tidak langsung membatalkan transaksi, tetapi memilih menunda pembelian atau mengalihkan SPK ke model hybrid yang dinilai lebih hemat bahan bakar.
Chief Executive Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengatakan dampak perubahan itu sudah terasa dalam beberapa bulan terakhir. Menurut dia, lonjakan harga Pertamina Dex dan Dexlite membuat sebagian pelanggan berhitung ulang sebelum melanjutkan pembelian mobil diesel.
Minat belum hilang, tetapi lebih hati-hati
Anton menyebut pelanggan diesel pada dasarnya belum meninggalkan teknologi tersebut. Namun, sebagian dari mereka kini menunggu harga BBM lebih stabil sebelum memutuskan membeli, terutama di wilayah yang selama ini menjadi pasar penting kendaraan diesel Toyota.
Pola itu terlihat paling jelas di Jawa Timur dan Sumatra. Di dua wilayah tersebut, minat terhadap mobil diesel dan penggerak belakang masih kuat, tetapi konsumen menjadi lebih selektif karena memperhatikan arah harga solar nonsubsidi.
Di Jakarta, Jawa Timur, dan Sumatra, kendaraan diesel tetap punya tempat di pasar. Meski begitu, konsumen tidak lagi bergerak secepat sebelumnya karena perubahan biaya operasional ikut masuk ke dalam pertimbangan pembelian.
Harga solar yang sempat melonjak
Harga solar nonsubsidi sempat naik ke level Rp25 ribuan per liter pada April, dari sebelumnya di bawah Rp15 ribu per liter. Setelah sempat berada di 27.900, harga Pertamina Dex kini tercatat 24.800 per liter, sedangkan Dexlite berada di 23.000 dari 26.000.
Perubahan harga itu menjadi salah satu faktor utama yang menekan minat konsumen diesel. Auto2000 menilai sentimen pasar bisa kembali membaik jika harga bahan bakar terus turun dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Pasar utama masih bertahan
Anton menjelaskan bahwa di Jawa Timur, Innova Diesel menjadi salah satu model dengan permintaan tertinggi. Di wilayah itu, penjualan Auto2000 untuk total Toyota menunjukkan sekitar 20-25 persen berasal dari Innova diesel.
Ia juga menyoroti kuatnya pasar diesel di Sumatra, terutama Medan, yang dikenal sebagai salah satu pasar terbesar kendaraan diesel Toyota. Kondisi itu membuat penurunan minat belum otomatis berubah menjadi penurunan permanen.
Sejumlah pelanggan bahkan memilih mengganti SPK diesel ke hybrid, sementara yang lain menunda sambil menunggu arah harga lebih jelas. Anton tidak merinci berapa besar penundaan pembelian maupun penurunan penjualan mobil diesel, tetapi menegaskan bahwa loyalitas konsumen di sejumlah daerah masih sangat kuat.
