Harga Terjangkau, Fitur Lengkap, Dan Ukuran Mungil Bikin Nissan Sakura Pas Untuk Kota Jepang

Author: Redaksi Android62

Di Jepang, Nissan Sakura menempati posisi yang unik karena bukan sekadar mobil listrik kecil, melainkan kendaraan yang benar-benar terasa cocok untuk ritme kota. Kombinasi ukuran mungil, jarak tempuh yang pas untuk aktivitas harian, dan biaya kepemilikan yang relatif ringan membuatnya cepat menonjol di pasar lokal.

Popularitasnya juga tidak datang begitu saja. Sejak meluncur pada 2022, Sakura beberapa kali tercatat sebagai mobil listrik terlaris di Jepang, menunjukkan bahwa produk ini berhasil menyentuh kebutuhan yang memang ada di lapangan.

Pas untuk jalan sempit dan parkir kota

Sebagai kei car, Sakura memang dibuat untuk mobilitas urban. Panjang bodinya hanya 3.395 mm, sementara radius putarnya sekitar 4,8 meter.

Ukuran ini memberi keuntungan yang terasa langsung saat mobil dipakai di jalan sempit atau ketika mencari parkir di area padat. Untuk penggunaan harian di pusat kota, karakter seperti itu lebih relevan daripada sekadar tampilan yang menarik.

Jarak tempuh yang selaras dengan kebiasaan harian

Sakura dibekali baterai 20 kWh dengan jarak tempuh hingga 180 kilometer berdasarkan siklus WLTC Jepang. Angka ini dianggap cukup untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat perkotaan.

Relevansinya makin jelas karena sebagian besar pengguna di Jepang rata-rata berkendara kurang dari 30 kilometer per hari. Dengan pola seperti itu, kapasitas baterai Sakura terasa lebih tepat guna ketimbang berlebihan.

Harga dan subsidi membuatnya lebih mudah dijangkau

Dari sisi biaya, Nissan menjual Sakura mulai sekitar 2,3 juta yen di Jepang. Mobil ini juga mendapat subsidi kendaraan listrik dari pemerintah.

Dengan dukungan subsidi tersebut, harga Sakura bisa turun cukup signifikan. Kondisi ini ikut menempatkannya sebagai salah satu EV paling murah di Jepang.

Performa cukup, kabin tetap fungsional

Meski bodinya kecil, Sakura tetap membawa motor listrik 63 hp dengan torsi 195 Nm. Kecepatan maksimalnya sekitar 130 km/jam, dan pengemudi dapat memilih mode Eco, Standard, atau Sport sesuai kebutuhan berkendara.

Di dalam kabin, Sakura tetap disiapkan untuk empat penumpang. Interiornya memuat layar instrumen digital, head unit 9 inci dengan Apple CarPlay, serta jok bergaya sofa, sementara banyak pengulas otomotif menilai pemanfaatan ruangnya sangat baik untuk ukuran kei car.

Fitur yang biasanya hadir di kelas lebih mahal

Sakura juga membawa sejumlah fitur yang membuatnya terasa modern di kelasnya. Daftarnya mencakup ProPILOT, ProPILOT Park, Intelligent Around View Monitor, dan e-Pedal Step.

Fitur e-Pedal Step memungkinkan pengemudi mengatur akselerasi dan deselerasi hanya dengan satu pedal. Dalam lalu lintas padat, pendekatan ini membuat Sakura terasa praktis dan membantu saat dipakai setiap hari.

Nyaman dipakai dan hemat dijalankan

Karena memakai motor listrik, kabin Sakura terasa lebih senyap dibanding kei car bermesin bensin. Karakter ini ikut memperkuat kesan nyaman ketika mobil digunakan rutin di perkotaan.

Sebagian pengguna di komunitas Reddit juga menilai Sakura cocok dijadikan kendaraan kedua. Alasannya sederhana, biaya operasionalnya hemat dan mobil ini mudah digunakan di lingkungan urban.

Popularitas Sakura bahkan memunculkan harapan agar model ini bisa dipasarkan lebih luas di luar Jepang. Banyak pecinta otomotif melihat mobil listrik kecil seperti ini sebagai jawaban yang efisien, ramah lingkungan, dan tidak membutuhkan baterai sebesar SUV listrik pada umumnya.

Berita Terbaru