Harga VinFast Dibuka Mulai Rp9,5 Juta, Skutik Listriknya Langsung Bawa GPS Dan Dual Baterai LFP

Author: Redaksi Android62

VinFast langsung menyiapkan paket agresif untuk masuk ke pasar motor listrik Indonesia. Dari empat model yang akan dibawa pada peluncuran perdananya di Tanah Air pada Juni 2026, harga awal menjadi salah satu senjata utama yang paling mencuri perhatian.

Di antara model yang diumumkan, Flazz diposisikan sebagai titik masuk paling murah dengan estimasi sekitar Rp9,5 juta. Sementara itu, jajaran lain seperti Evo, Feliz II, dan Viper disiapkan untuk pengguna yang mencari jarak tempuh lebih jauh, tampilan lebih premium, atau fitur yang lebih lengkap.

Empat model dengan karakter berbeda

VinFast tidak datang dengan satu produk saja. Produsen asal Vietnam itu menyiapkan Flazz, Evo, Feliz II, dan Viper untuk pasar Indonesia dengan karakter yang berbeda-beda.

Flazz diarahkan sebagai model paling terjangkau. Evo hadir sebagai skuter ringkas untuk kebutuhan perkotaan, sedangkan Feliz II membawa desain retro-modern yang disebut mirip skutik premium Eropa seperti Piaggio. Viper menjadi model yang paling menonjol lewat tampilan sporty dan agresif.

Di sisi spesifikasi, Evo tersedia dalam varian Evo 200 dan Evo Grand. Varian ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 262 km dalam sekali pengisian baterai penuh, menjadikannya model dengan klaim jarak tempuh paling jauh di antara yang diumumkan.

Feliz II punya kecepatan maksimum 70 km/jam dan jarak tempuh hingga 156 km. Viper juga menawarkan angka yang sama pada kecepatan dan jarak tempuh, tetapi menambah daftar fitur dengan dual battery LFP, SmartKey, GPS, dan layar TFT.

Dual baterai LFP jadi andalan

Tiga dari empat model, yaitu Evo, Feliz II, dan Viper, memakai sistem battery swap. Dengan skema ini, pengguna dapat menukar baterai habis dengan baterai penuh dalam hitungan menit, sehingga waktu tunggu pengisian daya bisa ditekan.

Setiap unit menggunakan dua baterai berteknologi LFP atau Lithium Iron Phosphate. Masing-masing baterai punya kapasitas 1,5 kWh, dan teknologi ini diklaim lebih aman dari risiko kebakaran dibanding baterai konvensional.

VinFast juga menempatkan teknologi itu sebagai solusi yang cocok untuk iklim tropis Indonesia. Karena itu, kombinasi swap baterai dan baterai LFP menjadi salah satu nilai jual utama yang dibawa perusahaan sejak awal.

Harga dibuat rendah sejak awal

Strategi harga VinFast terlihat sangat agresif untuk kelas motor listrik. Flazz berada di kisaran sekitar Rp9,5 juta, Evo Grand diperkirakan sekitar Rp11,5 juta, Feliz II sekitar Rp15 jutaan, dan Viper ada di rentang Rp11,5–15 jutaan.

Dengan posisi tersebut, VinFast berusaha masuk bukan hanya sebagai pemain baru, tetapi juga sebagai penekan harga di segmen yang sudah lebih dulu diisi merek lain. Harga resmi seluruh model akan diumumkan saat peluncuran.

Untuk memudahkan gambaran, berikut ringkasan model yang telah diumumkan:

Model Estimasi Harga Jarak Tempuh Kecepatan Maks
Flazz ~Rp9,5 juta 135 km
Evo (Grand) ~Rp11,5 juta 262 km 70 km/jam
Feliz II ~Rp15 jutaan 156 km 70 km/jam
Viper ~Rp11,5–15 jutaan 156 km 70 km/jam

Jaringan penjualan dan layanan sudah disiapkan

Sebelum motor listriknya benar-benar masuk pasar, VinFast lebih dulu membangun jaringan distribusi. Pada 5 Maret 2026, VinFast Indonesia menandatangani MoU dengan enam dealer motor listrik, setelah sebelumnya pada Februari 2026 menggandeng tujuh dealer lain.

Showroom tahap awal akan dibuka di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali. Di saat yang sama, VinFast juga menyiapkan stasiun penukaran baterai yang sudah memasuki tahap uji coba di wilayah Jabodetabek.

CEO VinFast Indonesia e-Scooter, Yordan Satriadi, menyampaikan informasi peluncuran itu dalam konferensi pers di Hanoi, Vietnam, Kamis 23 April 2026. Pernyataan tersebut sejalan dengan sinyal sebelumnya dari Deputy CEO Sales and Network Development VinFast Indonesia, Davy J. Tuilan, yang sempat menyebut motor listrik VinFast akan hadir pada awal semester II 2026.

Ada rencana perakitan lokal

Langkah VinFast di Indonesia tidak berhenti pada penjualan awal. Perusahaan juga menyampaikan rencana untuk memulai perakitan lokal motor listrik pada 2027.

Jika rencana itu berjalan sesuai jadwal, posisi VinFast di pasar bisa menjadi lebih kuat karena berpotensi menekan harga jual lebih jauh. Rencana tersebut juga sejalan dengan dorongan pemerintah Indonesia terhadap tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN pada kendaraan listrik.

Di luar empat model utama, VinFast juga menyiapkan Amio sebagai skuter ringan dengan bantuan pedal. Model ini ditujukan untuk pengguna kasual dan dapat dikendarai tanpa SIM, sehingga memberi opsi tambahan bagi pasar yang membutuhkan kendaraan praktis untuk mobilitas harian.

Berita Terbaru