Harga X300 FE Lebih Tinggi Dari X300, Padahal Baterainya Justru Lebih Unggul

Author: Redaksi Android62

Yang paling mencolok dari Vivo X300 FE bukanlah kameranya, melainkan kombinasi bodi ringkas dan baterai 6.500mAh yang jarang muncul di kelas flagship kecil. Dengan layar 6,31 inci dan bobot 190 gram, ponsel ini tetap terasa kompak, tetapi daya tahannya disebut bisa mencapai satu setengah hari meski dipakai berat.

Vivo juga tidak membuat pengguna harus menunggu lama saat mengisi daya. X300 FE mendukung fast charging 90W yang diklaim bisa mengisi penuh baterai dalam waktu kurang dari 50 menit, ditambah dukungan USB PD hingga 50W.

Di atas kertas, paket seperti ini seharusnya membuat X300 FE mudah disukai. Namun posisi ponsel ini langsung jadi rumit karena harga peluncurannya justru lebih tinggi daripada Vivo X300 reguler di beberapa pasar.

Di Austria, X300 FE dijual mulai €999, sedangkan Vivo X300 yang sudah lebih dulu tersedia kini berada di sekitar €849. Pola serupa terlihat di India, saat X300 hadir di harga ₹75,999 sementara X300 FE meluncur di ₹79,999.

Kondisi itu terasa janggal karena X300 FE ditempatkan di bawah X300 dalam beberapa aspek penting. Alhasil, keunggulan yang dibawa model FE harus berhadapan dengan pertanyaan sederhana dari calon pembeli: mengapa versi yang lebih “ringkas” justru dipatok lebih mahal?

Desainnya lebih rapi dan nyaman digenggam

Salah satu pembaruan paling terasa ada di belakang bodi. Vivo meninggalkan pulau kamera besar khas lini X300 dan menggantinya dengan camera bar, yang membuat tampilan ponsel lebih rapi sekaligus lebih enak digenggam.

Perubahan ini juga mengurangi efek goyang saat ponsel diletakkan di atas meja. Secara visual, desainnya disebut mengingatkan pada Huawei Nexus 6P, tetapi tetap tampil berbeda berkat penggunaan material logam di area kamera.

Bentuk sampingnya dibuat kotak dengan tepian bevel, sehingga ukuran ringkasnya lebih mudah dipakai dengan satu tangan. Dalam penggunaan harian, pengalaman genggamnya bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik di antara ponsel Vivo dalam beberapa tahun terakhir.

Vivo juga tidak memangkas kualitas material. X300 FE memakai frame aluminium, panel belakang kaca bertekstur matte, perlindungan IP68 dan IP69, serta lapisan logam di sekitar kamera.

Varian ungu yang diuji juga disebut tampil menarik tanpa terasa berlebihan. Di bagian depan, panel OLED 6,31 inci yang dipakai dinilai setara dengan perangkat X300 lain dalam hal warna, kontras, kustomisasi, dan perlindungan mata.

Performa aman, tetapi ada kompromi di kamera

Untuk dapur pacu, X300 FE mengandalkan Snapdragon 8 Gen 5. Chipset ini bukan yang paling tinggi di jajaran Qualcomm, tetapi performanya disebut tetap aman untuk penggunaan sehari-hari.

Unit yang diuji membawa konfigurasi 12GB/512GB. Satu catatan kecil hanya pada kapasitas RAM yang belum mencapai 16GB.

Bagian yang paling jelas dipangkas ada di sektor kamera. Vivo X300 membawa kamera utama 200MP, sedangkan X300 FE memakai sensor utama 50MP Sony Lytia 702.

Susunan kameranya masih dibantu telefoto 50MP Lytia 600 dengan zoom optik 3x. Untuk kamera ultra-wide, Vivo memakai sensor 8MP yang dinilai biasa saja, meski kamera utama dan telefoto masih mampu memberi hasil yang baik.

Ada juga dukungan untuk telephoto extender 200mm yang sebelumnya bisa dipakai pada X200 FE. Fitur itu disebut kompatibel, tetapi belum sempat diuji karena casing yang dibutuhkan tidak tersedia saat pengujian.

Menarik untuk daya tahan, kurang meyakinkan untuk harga

Jika fokus utama ada pada ketahanan baterai dan kenyamanan bodi, X300 FE memang punya banyak nilai jual. Kombinasi baterai besar, bobot 190 gram, pengisian cepat, dan desain yang lebih praktis membuatnya menonjol di kelas ponsel kompak.

Masalahnya, semua kelebihan itu belum cukup menutup celah harga yang terasa tidak selaras. Saat Vivo X300 reguler dijual lebih murah dan menawarkan kamera yang lebih kuat, X300 FE jadi sulit dipandang sebagai pilihan paling masuk akal bagi pembeli yang membandingkan keduanya langsung.

Dalam posisi saat ini, X300 FE paling cocok untuk pengguna yang benar-benar memprioritaskan baterai besar dan bodi compact dibanding kualitas kamera terbaik. Jika harga peluncurannya lebih rendah, perangkat ini berpeluang jauh lebih menarik di pasar flagship kompak.

Source: www.androidcentral.com
Berita Terbaru