Tunisia bergerak cepat setelah dihajar Swedia 1-5 pada laga pembuka Piala Dunia FIFA 2026. Sabri Lamouchi dicopot, lalu Herve Renard langsung ditunjuk untuk memimpin tim di sisa fase grup.
Keputusan itu menjadi sinyal bahwa federasi tidak ingin menunggu lebih lama untuk menyelamatkan peluang lolos. Kekalahan telak tersebut membuat Tunisia langsung terpuruk di Grup F dengan nol poin dan selisih gol minus empat.
Renard datang dengan rekam jejak besar
Nama Renard tidak muncul tanpa alasan. Pelatih asal Prancis itu punya reputasi kuat di level internasional setelah membawa Zambia dan Pantai Gading meraih gelar Piala Afrika.
Ia juga memiliki pengalaman panjang bersama Arab Saudi dalam dua periode, yaitu 2019-2023 dan 2024-2026. Bersama tim itu, Renard turut membantu mengantarkan Arab Saudi ke Piala Dunia 2026.
Tantangan langsung menanti di laga kedua
Tugas Renard tidak ringan karena pertandingan berikutnya sudah menunggu. Tunisia akan menghadapi Jepang pada laga kedua Grup F, duel yang sangat penting untuk menjaga peluang melaju ke fase selanjutnya.
Partai tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 11.00 WIB. Hasilnya bisa sangat menentukan, sebab kekalahan akan membuat langkah Tunisia semakin berat di sisa turnamen.
Federasi buka peluang kerja sama lanjutan
Federasi Sepak Bola Tunisia menyampaikan penunjukan Renard melalui akun Instagram resminya. Dalam pernyataan itu, Renard disebut akan memimpin tim hingga akhir Piala Dunia 2026.
Namun, federasi juga membuka pintu untuk kerja sama yang lebih panjang setelah turnamen selesai. Kesepakatan tersebut masih menyisakan ruang negosiasi dengan mempertimbangkan target prestasi yang telah ditetapkan.
Pengenalan resmi Renard kepada media akan dilakukan lewat konferensi pers di lokasi latihan tim. Agenda itu dijadwalkan berlangsung 30 menit sebelum skuad Tunisia menjalani sesi latihan berikutnya.
Di klasemen Grup F, Swedia kini memimpin dengan tiga poin. Jepang dan Belanda berada di bawahnya setelah sama-sama mengoleksi satu poin dari hasil imbang, sementara Tunisia harus segera merespons jika ingin menjaga asa tetap terbuka.
