Hilirisasi Jadi Tumpuan Antam Saat Harga Nikel Tertekan, Efisiensi Diperluas

PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menegaskan hilirisasi sebagai tumpuan utama untuk menjaga arah bisnis di tengah tekanan harga nikel global. Di saat pasar masih dibayangi kelebihan pasokan, perseroan memilih memperkuat fondasi jangka panjang ketimbang hanya mengejar respons sesaat.

Strategi itu juga diarahkan untuk memperkokoh ketahanan usaha perusahaan. Antam menilai penguatan bisnis mineral dan pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional menjadi jalur penting agar perusahaan tetap tangguh menghadapi perubahan industri.

Motor pertumbuhan dari hulu ke hilir

Pemegang saham dalam RUPST Tahun Buku 2025 telah menyetujui penugasan khusus dari pemerintah kepada Antam. Penugasan tersebut ditujukan untuk mempercepat program hilirisasi nikel sekaligus membangun ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.

Program ini mencakup pembangunan ekosistem baterai terintegrasi berbasis nikel dari hulu sampai hilir. Rantai kegiatan dimulai dari pertambangan, berlanjut ke fasilitas pengolahan, dan mencakup penyediaan fasilitas daur ulang baterai.

Manajemen menempatkan agenda itu sebagai bagian dari rencana korporasi jangka panjang. Tujuannya adalah meningkatkan nilai tambah komoditas mineral domestik, bukan sekadar menjaga kinerja jangka pendek.

Efisiensi, digitalisasi, dan transformasi operasional

Di sisi operasional, Antam memperluas transformasi dengan menekankan efisiensi dan digitalisasi. Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyebut perbaikan berkelanjutan sebagai salah satu kunci untuk menjaga ketahanan perseroan.

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral Antam Hartono mengatakan perusahaan terus mendorong produktivitas dan efisiensi operasional. Upaya itu dilakukan melalui optimalisasi aset, pemanfaatan sumber daya mineral, dan penguatan rantai pasok.

Hartono juga menegaskan penerapan teknologi terkini dan digitalisasi ke dalam sistem proses bisnis. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, serta pengelolaan risiko operasional yang lebih baik.

Menurut manajemen, kebijakan strategis tersebut telah memberi dampak positif pada kinerja keuangan dan operasional sepanjang tahun 2025. Karena itu, transformasi dinilai penting agar bisnis tetap tangguh saat tekanan eksternal meningkat.

Tata kelola dan ESG ikut diperketat

Selain efisiensi, Antam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, serta prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG. Penguatan ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaga keberlanjutan operasi dalam jangka panjang.

Hartono menilai kebijakan tersebut tidak hanya menjaga operasional tetap berjalan, tetapi juga mempertinggi daya saing korporasi ketika lanskap industri dunia terus berubah. Dengan begitu, Antam berupaya menjaga posisi bisnisnya di tengah pasar nikel yang belum stabil.

Antam memastikan agenda hilirisasi tetap berjalan sebagai motor pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan menilai pengembangan hilirisasi akan menaikkan nilai tambah sumber daya mineral sekaligus memperkuat fundamental dan ketahanan bisnis ke depan.

Berita Terkait