Toyota membuka babak baru untuk Hilux di Indonesia dengan dua jalur sekaligus, yaitu diesel dan listrik. Langkah ini membuat pikap andalan Toyota itu tidak hanya mempertahankan basis penggemar lamanya, tetapi juga mulai masuk ke arah elektrifikasi yang lebih luas.
Di tengah persaingan pikap 4×4, Hilux tetap memegang posisi kuat. President Director PT Toyota-Astra Motor Takuya Yokohama menyebut kontribusi Hilux di segmen Pick Up 4×4 mencapai 70 persen pada tahun ini, dengan pangsa pasar yang naik dari 57 persen pada Januari-Mei 2025 menjadi 70,2 persen pada periode yang sama 2026.
Mesin diesel tetap jadi tumpuan utama
Untuk pasar Indonesia, New Hilux generasi ke-9 hadir dengan mesin diesel 1GD-FTV 2.8L 4-silinder. Mesin yang juga digunakan pada Fortuner itu menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi 500 Nm.
Seluruh tipe mendapat dukungan sistem 4WD Part Time with Rear Differential Lock. Kombinasi ini disiapkan untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan saat digunakan di jalan aspal maupun ketika masuk ke medan offroad.
Hilux BEV ikut diperkenalkan
Selain versi diesel, Toyota juga memperkenalkan Hilux BEV sebagai model listrik dari pikap tersebut. Kehadirannya mengikuti arah Toyota Multipathway Strategy dan memperluas opsi elektrifikasi di segmen kendaraan komersial.
Hilux BEV tetap membawa karakter tangguh khas Hilux untuk kebutuhan kerja di berbagai medan. Model ini memakai dua motor listrik dengan tenaga total 144 kW, penggerak All-Wheel Drive, dan baterai 59,2 kWh.
Toyota juga membekali Hilux BEV dengan suspensi De-Dion terbaru. Sistem ini dirancang untuk membantu menjaga stabilitas kendaraan di area licin, berlumpur, maupun jalur luar aspal.
Desain baru dibuat lebih tegas
New Hilux generasi ke-9 tampil dengan konsep desain “Cyber SUMO” yang menonjolkan kesan tangguh, kokoh, dan modern. Perubahan paling mudah dikenali terlihat pada grille radiator, bumper depan, dan fender yang dibuat lebih ikonis.
Toyota juga menyematkan lampu LED tipis dengan tulisan “TOYOTA” di bagian depan dan belakang. Pada varian double cab, Hilux memiliki panjang 5.320 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.815 mm, dan wheelbase 3.085 mm.
Ground clearance ikut meningkat dari 286 mm menjadi 312 mm. Perubahan ini memperkuat kemampuan Hilux untuk dipakai bekerja, melintasi medan menantang, hingga mendukung aktivitas petualangan.
Kabin lebih modern dan fungsional
Bagian interior dibuat lebih modern dengan tata letak yang tetap fungsional. Dasbor horizontal dirancang untuk membantu pengemudi memantau posisi kendaraan dengan lebih mudah saat berkendara.
Pada tipe V, Hilux mengusung layar multimedia 12,3 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Panel tersebut dipadukan dengan MID Full TFT 12 inci untuk menampilkan informasi kendaraan secara lebih lengkap.
Fitur lainnya mencakup Electronic Parking Brake, Tire Pressure Monitoring System, Electric Power Steering, serta mode berkendara Dirt, Mud, Sand, Deep Snow, dan Auto. Toyota juga menambahkan Toyota Safety Sense 3.0 yang berisi Pre-Collision System, Adaptive Cruise Control, Lane Tracing Assist, Blind Spot Monitoring, dan fitur pendukung lain.
Harga jual di Indonesia
| Varian | Harga | Keterangan |
|---|---|---|
| Single-Cab 4×4 M/T | Rp416,8 juta | Hilux diesel |
| D-Cab E 4×4 M/T | Rp466,3 juta | Hilux diesel |
| D-Cab G 4×4 M/T | Rp497,9 juta | Hilux diesel |
| D-Cab V 4×4 A/T | Rp574,2 juta | Hilux diesel |
| Hilux BEV | Rp1,019 miliar | Versi listrik |
Dengan kehadiran Hilux BEV, lini kendaraan komersial elektrifikasi Toyota di Indonesia mendapat tambahan opsi baru. Sementara itu, varian diesel tetap menjadi andalan utama untuk konsumen yang membutuhkan pikap 4×4 tangguh dengan pilihan yang sudah terbukti kuat di pasar.
Source: www.bincangbincangmobil.com






