Hipertensi Sering Tak Terasa, Kisah Iwet Ramadhan Dan Dave Hendrik Ingatkan Risiko Stroke Mendadak

Author: Redaksi Android62

Hipertensi kerap tidak memberi tanda yang jelas, tetapi dampaknya bisa berujung pada penyakit berat seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, kebutaan, hingga kepikunan. Karena itulah tekanan darah perlu dipantau secara rutin, termasuk lewat pemeriksaan mandiri di rumah dengan alat yang telah tervalidasi klinis.

Bahaya tekanan darah tinggi yang diam-diam ini kembali terlihat dari kisah Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik. Keduanya sama-sama mengalami gangguan kardiovaskular saat merasa kondisinya tidak sedang bermasalah, sehingga kebiasaan merasa sehat ternyata tidak cukup untuk menjamin tubuh benar-benar aman.

Ketika tubuh terasa normal, risiko belum tentu hilang

Iwet Ramadhan mengaku sempat tidak percaya bisa terkena stroke. Ia merasa cukup aktif berolahraga dan tetap menjaga kebugaran, namun tekanan hidup yang menumpuk ikut memberi dampak pada kesehatannya.

Pengalaman itu membuat Iwet memandang pemeriksaan rutin sebagai hal yang tidak boleh ditunda. Menurutnya, orang tidak seharusnya menunggu keluhan muncul lebih dulu baru mulai memeriksa kondisi tubuh.

Setelah mengalami stroke, Iwet mengubah sejumlah kebiasaan hidupnya. Ia tetap berolahraga, menambah latihan angkat beban selain lari, dan lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Perubahan yang juga penting terjadi pada cara Iwet menghadapi stres. Ia tidak lagi memilih memendam emosi seperti dulu dan berusaha lebih jujur saat merasa tidak nyaman.

Dave Hendrik menata ulang prioritas kesehatan

Dave Hendrik mengalami serangan jantung tanpa tanda yang ia sadari sebelumnya. Dari situ, ia menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama dan tidak lagi menganggap pemeriksaan rutin sebagai hal kecil.

Dave menilai banyak orang baru sadar saat kondisi tubuh sudah memburuk. Karena itu, pemantauan kesehatan secara berkala dipandangnya sebagai kebiasaan sederhana yang bisa memberi dampak besar.

Kini, ia memegang tiga kebiasaan yang tidak bisa ditawar, yaitu makan bergizi, olahraga, dan tidur cukup. Ia juga berusaha tidur lebih awal, sekitar pukul 9 atau 10 malam.

Hipertensi yang tidak terasa bisa memicu dampak besar

Kisah dua figur publik itu menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular bisa menyerang orang yang tampak sehat sekalipun. Salah satu pemicu yang paling berbahaya adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi, karena kondisi ini sering hadir tanpa gejala.

Ketua Indonesian Society of Hypertension atau InaSH, Dr. Eka Harmeiwaty, menegaskan bahwa hipertensi memang kerap tidak menimbulkan keluhan. Namun, dampaknya bisa sangat serius dan berkembang menjadi stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, hingga kepikunan.

Dr. Eka juga menyoroti pentingnya pengukuran tekanan darah yang benar dan akurat. Pemeriksaan mandiri di rumah dengan alat yang telah tervalidasi klinis dinilai bisa membantu deteksi lebih dini.

Ia turut mengingatkan bahwa hipertensi berkaitan dengan gangguan irama jantung atrial fibrillation atau AFib. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat dan sering muncul hilang-timbul, sehingga pemantauan rutin menjadi sangat penting.

Dorongan untuk memantau dari rumah

Momentum Hari Hipertensi Sedunia dimanfaatkan Omron Healthcare Indonesia untuk meluncurkan Tensimeter Seri EZ dan IQ di Indonesia. Perangkat ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat memantau tekanan darah dari rumah.

Director Omron Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, mengatakan inovasi tersebut dibuat agar pengukuran tekanan darah terasa lebih mudah, cepat, dan nyaman. Seri EZ hadir dengan pengoperasian satu sentuhan dan teknologi IntelliSense.

Sementara itu, Seri IQ menawarkan layar lebih besar, manset yang lebih nyaman, serta teknologi IntelliSense AFib berbasis AI. Kehadiran perangkat seperti ini menjadi relevan di tengah meningkatnya kasus hipertensi dan penyakit ginjal kronis pada usia produktif.

Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan kelompok usia 25–34 tahun juga mulai banyak menjalani hemodialisis atau cuci darah, dengan hipertensi sebagai salah satu penyebab utamanya. Kondisi itu menegaskan bahwa pemeriksaan tekanan darah tidak hanya penting bagi kelompok usia lanjut, tetapi juga bagi orang dewasa yang tampak aktif dan sehat.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru