NGS Membaca Banyak Mutasi Sekaligus, Dokter RSK Dharmais Bisa Menentukan Terapi Kanker Lebih Personal

Author: Redaksi Android62

Pemeriksaan gen tumor kini mulai dipakai di RSK Dharmais untuk membantu dokter membaca kanker dengan lebih rinci. Lewat pendekatan ini, penanganan kanker diarahkan ke precision medicine, yaitu terapi yang disusun berdasarkan profil genetik tumor dan kondisi biologis pasien.

Langkah tersebut penting karena dua pasien dengan diagnosis yang sama belum tentu membutuhkan terapi yang sama. Dengan informasi biomarker yang lebih lengkap, dokter bisa memilih pengobatan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.

Teknologi yang digunakan adalah Next-Generation Sequencing atau NGS. Pemeriksaan ini memungkinkan analisis banyak gen sekaligus dalam satu kali tes, sehingga dokter tidak perlu memeriksanya satu per satu.

Dalam acara bertema Memperkuat Penanganan Kanker Melalui Next-Generation Sequencing (NGS) di Jakarta Barat, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Eka Widya Khorinal, menjelaskan bahwa NGS dapat memeriksa berbagai biomarker genomik dalam satu tes. Ia menilai informasi molekuler yang lebih lengkap membuat dokter lebih mudah melihat perubahan genetik yang membentuk perilaku tumor.

Menurut Eka, pendekatan berbasis genomik membantu dokter memahami karakter biologis tumor secara lebih spesifik. Artinya, penanganan tidak hanya bertumpu pada jenis kanker secara umum, tetapi juga pada ciri molekuler yang dimiliki masing-masing tumor.

Dalam praktiknya, pemeriksaan genomik ini dapat membantu identifikasi hingga 45 jenis mutasi gen pada kanker payudara dan kanker paru. Pada kasus CLL, pemeriksaan yang sama bisa mendeteksi 23 jenis mutasi gen secara lebih efisien.

Untuk kanker payudara HR+/HER2-, hasil pemeriksaan dapat memberi gambaran yang lebih dalam tentang karakteristik biologis tumor. Perubahan molekuler seperti mutasi pada PIK3CA, AKT, dan PTEN dapat menjadi salah satu acuan dalam mempertimbangkan terapi bertarget, termasuk capivasertib, selama ada indikasi klinis yang sesuai, ketersediaan obat, dan evaluasi menyeluruh dari dokter.

Eka menegaskan bahwa informasi molekuler yang lebih lengkap mendukung keputusan terapi yang lebih personal. Dengan cara itu, dokter dapat menghindari pendekatan yang terlalu umum dan menyesuaikan pengobatan dengan kebutuhan biologis tiap pasien.

Pentingnya pemeriksaan biomarker juga disorot dokter Spesialis Paru dan Pernapasan, Arif Riswahyudi Hanafi. Ia menilai pasien dengan diagnosis serupa bisa memiliki karakteristik molekuler yang berbeda, sehingga kebutuhan terapinya pun tidak selalu sama.

Hal itu terutama terlihat pada kanker paru, terutama ketika pasien sudah berada pada stadium lanjut. Dalam situasi seperti ini, kecepatan dan ketepatan informasi biomarker menjadi krusial agar dokter bisa segera menentukan arah terapi yang paling sesuai.

Arif menyebut pemeriksaan molekuler komprehensif seperti NGS memberi dasar yang lebih kuat untuk pengambilan keputusan klinis. Informasi yang lebih spesifik membantu dokter memahami sifat biologis penyakit secara lebih mendalam dan menyesuaikan terapi dengan kondisi pasien.

Kehadiran layanan ini juga relevan dengan beban kanker di Indonesia. Data Globocan 2022 menunjukkan kanker masih menjadi tantangan kesehatan utama dengan lebih dari 408.000 kasus baru setiap tahun.

Kanker payudara dan kanker paru tercatat sebagai dua jenis kanker yang paling banyak ditemukan. Kompleksitas biologis penyakit tersebut menunjukkan bahwa diagnosis dan terapi perlu bergerak ke arah yang lebih presisi, bukan lagi seragam untuk semua pasien.

Di titik itu, layanan NGS di RSK Dharmais memberi peluang bagi dokter untuk membaca kanker lebih detail sejak awal pemeriksaan. Dari sana, strategi pengobatan dapat disusun dengan lebih cermat sesuai karakteristik masing-masing pasien.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru