HIPMI Jabar Didorong Jadi Mesin Lapangan Kerja, Jay Singgih Soroti Kader Muda

Author: Redaksi Android62

Jay Singgih menegaskan bahwa HIPMI harus menjadi wadah lahirnya pengusaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Menurut dia, jumlah entrepreneur di Indonesia masih sekitar 4 persen sehingga organisasi pengusaha muda memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan usaha dan melawan kemiskinan.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka Diklatda V BPD HIPMI Jabar di Graha Yuddha Wastu Pramukha, PUSDIKIF TNI-AD, Bandung, pada 8 Mei 2026. Jay hadir mewakili Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal BPP HIPMI yang berhalangan hadir.

Forum pembentukan kader di Jawa Barat

Kegiatan bertema “Maju Babarengan Untuk Jawa Barat Istimewa” itu diikuti sekitar 150 peserta dari unsur Pengurus BPD dan BPC HIPMI aktif se-Jawa Barat. Hadir pula Sekretaris Umum BPD HIPMI Jabar Akhmad Zulfikar Priyatna, jajaran pengurus, perwakilan Komandan Pusdikif TNI AD, serta para ketua umum BPC HIPMI kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Jay menyebut Diklatda sebagai agenda wajib organisasi dan menegaskan bahwa pelaksanaannya di Jawa Barat kali ini merupakan Diklatda penyempurnaan. Ia juga memandang forum tersebut sebagai ruang penting untuk memahami ruh ke-HIPMI-an, bukan sekadar pelatihan rutin.

Ruang belajar, jaringan, dan jalur ke Diklatnas

Dalam penjelasannya, Jay mengatakan peserta Diklatda dapat melanjutkan ke Diklatnas. Saat ini, Diklatnas HIPMI bermitra dengan Lemhannas RI dan kerja sama itu telah diperpanjang untuk lima tahun ke depan.

Melalui jalur tersebut, BPD HIPMI Jabar diharapkan dapat menyeleksi kader terbaik untuk mewakili kontingen Jawa Barat dan berkolaborasi dengan daerah lain. Jay menekankan bahwa HIPMI pada dasarnya adalah pembangun jaringan yang mendorong anggota saling belajar dan saling mengisi.

Ia juga mengingatkan bahwa HIPMI lahir pada 1972 dari Konferensi KADIN ASEAN sebagai wadah bagi pengusaha muda Indonesia. Karena itu, organisasi ini diposisikan sebagai tempat belajar, berjejaring, berkolaborasi, dan bertukar pikiran untuk melahirkan pengusaha unggul di masa depan.

Jawa Barat dinilai layak jadi rumah pendidikan

Jay menilai pemilihan lokasi kegiatan sangat tepat karena Jawa Barat memiliki perguruan tinggi negeri terbanyak di Indonesia. Ia juga menyoroti banyaknya sekolah dan pelatihan bagi TNI serta Polri di provinsi tersebut, sehingga Jawa Barat pantas disebut sebagai rumah pendidikan.

Dalam kesempatan itu, ia turut mengaitkan semboyan tempat kegiatan, “Yuddha Wastu Pramukha”, dengan pentingnya ekonomi entrepreneurship sebagai alat untuk memajukan perekonomian bangsa dan negara. Menurut dia, simbol itu selaras dengan semangat membangun daya saing usaha di kalangan kader muda.

Materi diklat dan harapan untuk ekonomi daerah

Jay berharap materi dari para narasumber dapat menambah wawasan peserta secara komprehensif, holistik, dan integral. Pengetahuan itu diharapkan bisa diterapkan dalam dunia bisnis agar usaha para peserta berkembang dan ikut mewarnai pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di Jawa Barat.

Ia juga meminta peserta memanfaatkan tiga hari pelaksanaan Diklatda sebaik mungkin. Forum tersebut, kata dia, harus menjadi ruang untuk menguatkan peran HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus saluran penyampaian masukan dunia usaha secara elegan kepada instansi dan lembaga negara terkait.

Informasi Kegiatan Keterangan
Nama kegiatan Diklatda V BPD HIPMI Jabar
Tempat Graha Yuddha Wastu Pramukha, PUSDIKIF TNI-AD, Bandung
Waktu 8-10 Mei 2026
Tema Maju Babarengan Untuk Jawa Barat Istimewa
Peserta Sekitar 150 pengurus BPD dan BPC HIPMI aktif se-Jawa Barat

Media Indonesia mencatat, pesan yang disampaikan Jay menjadi garis besar pembuka Diklatda V BPD HIPMI Jabar yang mempertemukan pengurus, kader, dan jajaran organisasi dalam satu forum pembelajaran. Dari kegiatan itu, HIPMI kembali menegaskan ambisinya melahirkan pengusaha muda tangguh yang siap menjadi pencipta lapangan kerja baru.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru