Hobi kerap dianggap sekadar pengisi waktu luang, padahal aktivitas yang dijalankan dengan sukarela dan memberi rasa senang dapat menjadi penyangga mental saat tekanan hidup meningkat. Di tengah ekonomi yang serba tidak pasti, peran itu terasa makin penting karena hobi membantu seseorang tetap punya ruang aman untuk mengelola emosi.
Tekanan ekonomi membuat banyak orang lebih mudah cemas soal pekerjaan, tabungan, dan investasi. Kondisi seperti ini dapat berkembang menjadi stres psikologis, rasa tidak aman terhadap masa depan, bahkan mengganggu tidur dan kesejahteraan mental.
Psikolog dari Kasandra & Associates, A Kasandra Putranto, menilai ketidakpastian menjadi sumber stres utama karena manusia cenderung membutuhkan prediktabilitas dan rasa kontrol dalam hidup. Stres muncul ketika seseorang menilai situasi sebagai ancaman dan merasa sumber daya coping yang dimiliki terbatas.
Di titik inilah hobi memberi fungsi yang lebih besar dari sekadar hiburan. Aktivitas yang menyenangkan bisa berperan sebagai psychological buffer terhadap stres dan membantu seseorang menjaga keseimbangan psikologis.
Salah satu alasan hobi terasa menenangkan adalah kondisi flow, yakni saat seseorang tenggelam dalam fokus sehingga perhatian terhadap cemas dan khawatir bisa teralihkan sementara. Selain itu, hobi juga memberi rasa kompetensi dan pencapaian yang ikut mendukung harga diri.
Aktivitas yang membuat senang juga dapat membantu menurunkan hormon stres seperti kortisol dan meningkatkan emosi positif. Dampaknya, seseorang bisa merasa masih memiliki kendali di tengah situasi yang serba tidak pasti.
Kasandra menilai hobi juga membantu individu tetap terhubung dengan diri sendiri ketika tekanan hidup terasa berat. Karena itu, kegiatan kecil yang dilakukan secara konsisten sering terasa sangat berarti saat beban ekonomi meningkat.
Di kalangan Gen Z, bentuk hobi pun makin beragam dan banyak terkait aktivitas digital. Dalam laporan Jakpat berjudul Gen Z Characteristics and Behaviors 2024, berselancar di media sosial menjadi salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan saat waktu luang.
Sebanyak 63% responden memilih media sosial karena praktis dan bisa diakses kapan saja lewat gawai. Menonton film atau serial berada di pilihan berikutnya dengan 57%, terutama di kalangan perempuan Gen Z.
Sebanyak 55% responden memilih mendengarkan musik atau podcast untuk bersantai. Sementara itu, 53% lainnya menjadikan bermain gim sebagai cara utama mengisi waktu luang dan melepas stres.
Di luar aktivitas berbasis gawai, pilihan lain juga tetap diminati. Sebanyak 38% responden senang berkumpul dengan teman, 32% berolahraga, dan 27% membaca buku.
Meski banyak aktivitas terasa menyenangkan, tidak semuanya otomatis sehat secara psikologis. Perbedaannya terletak pada fungsi dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Hobi yang sehat memberi energi psikologis, rasa puas, dan tidak memunculkan penyesalan atau masalah lanjutan. Sebaliknya, perilaku konsumtif yang tidak sehat cenderung impulsif, dipakai untuk menghindari emosi negatif, dan sering berujung pada rasa bersalah atau masalah finansial.
Karena itu, hobi tetap perlu ditempatkan secara wajar dan tidak mengganggu orang lain. Saat ekonomi menekan banyak sisi kehidupan, aktivitas sederhana yang memberi rasa senang bisa membantu emosi tetap stabil dan rutinitas berjalan lebih seimbang.
Source: lifestyle.bisnis.com






