Honda 0 Alpha masih terus diuji jalan di India, dan itu menjadi sinyal paling jelas bahwa SUV listrik ini belum segera masuk tahap akhir pengembangan. Di tengah pengurangan proyek mobil listrik Honda, model ini justru tetap dipertahankan karena dinilai punya peluang lebih besar di pasar sasarannya.
Keputusan itu membuat 0 Alpha kini menjadi satu-satunya model 0 Series yang masih berjalan. Dua model lain dalam jajaran yang sama sudah dihentikan pengembangannya setelah Honda menurunkan jumlah mobil listrik baru yang sedang digarap akibat proyeksi kerugian pada tahun fiskal 2025.
Pengujian masih berlanjut di jalan umum
Spyshot terbaru memperlihatkan 0 Alpha masih mengaspal dengan kamuflase ungu. Menariknya, bagian interior ikut terlihat jelas, padahal mobil uji biasanya menutup kabin dengan kaca gelap agar tidak menarik perhatian.
Kabin yang tertangkap kamera memperlihatkan arah desain yang lebih modern dari mobil Honda pada umumnya. Dasbornya memakai headunit besar, panel instrumen digital berukuran besar, serta setir empat palang.
Desain kabin itu memberi kesan futuristis dan sejalan dengan tampilan eksterior 0 Alpha yang juga mengarah ke gaya modern. Nuansa ini berbeda dari ciri banyak model Honda yang selama ini cenderung lebih konservatif.
| Bagian | Temuan pada 0 Alpha |
|---|---|
| Eksterior | Masih memakai kamuflase ungu saat diuji jalan |
| Interior | Terlihat lebih modern dengan headunit besar dan panel instrumen digital besar |
| Setir | Memakai desain empat palang |
India jadi lokasi uji yang penting
Honda disebut masih memantau kemampuan 0 Alpha menghadapi berbagai kondisi jalan di India selama beberapa bulan. Pengujian itu penting untuk memastikan SUV listrik ini tetap tahan dipakai saat cuaca hujan dan ketika melewati genangan air.
Pemilihan India sebagai lokasi uji juga berkaitan dengan rencana pemasaran yang lebih luas. Setelah dipasarkan di India mulai tahun 2027, Jepang disebut akan menjadi pasar berikutnya, lalu disusul Asia Tenggara.
Dengan urutan tersebut, Indonesia ikut masuk dalam daftar pasar yang berpotensi menerima 0 Alpha. Namun Honda belum membuka pembahasan lebih jauh sebelum model ini benar-benar siap dijual di masing-masing wilayah.
Potensi pasar dan arah strategi Honda
Langkah Honda mempertahankan 0 Alpha menunjukkan pendekatan yang lebih hati-hati. Model ini disiapkan sebagai SUV listrik yang lebih kompak agar risikonya lebih terkendali saat masuk ke pasar yang belum terlalu matang untuk harga tinggi.
Di Indonesia, Honda saat ini baru menjual satu model listrik, yaitu e:N1, dan itu pun hanya tersedia sebagai mobil sewa. Jika dijual bebas, harganya disebut bisa menembus lebih dari Rp 1 miliar, sekitar dua kali lipat harga HR-V e:HEV yang ada di kisaran Rp 400 jutaan.
Karena itulah 0 Alpha diposisikan sebagai model yang bisa memberi ruang gerak baru bagi Honda di segmen listrik. Jika pengembangannya selesai sesuai rencana, SUV ini berpeluang menjadi produk penting untuk pasar global, termasuk kawasan Asia.
Selain 0 Alpha, Honda juga menyiapkan Super One sebagai mobil listrik baru lainnya. Model itu disebut bakal dijual mulai tahun depan dan diposisikan sebagai lawan untuk BYD Atto 1 dan model sekelasnya.
Meski begitu, sorotan utama tetap tertuju pada 0 Alpha. Selama mobil ini masih terus diuji jalan di India, pertanyaan tentang kapan pengembangannya benar-benar selesai masih belum mendapat jawaban yang tegas dari Honda.
