Honda CB1000F 2026 Lebih Ramah Dipakai Harian, Tenaganya Justru Dibuat Lebih Masuk Akal

Honda CB1000F 2026 datang dengan pendekatan yang tidak biasa di kelas naked bike retro. Motor ini mengandalkan mesin 1.000 cc, namun setelannya dibuat lebih masuk akal untuk pemakaian harian dibanding saudara basisnya, CB1000 Hornet SP.

Tenaga puncaknya memang turun menjadi 122 dk, tetapi letaknya hadir lebih cepat dan torsinya dibuat terasa lebih instan. Hasilnya, motor ini tidak mengejar angka besar semata, melainkan karakter responsif yang lebih mudah dinikmati di jalan raya.

Karakter mesin diarahkan ke kenyamanan jalan raya

Jantung pacu CB1000F memakai mesin empat silinder segaris DOHC 1.000 cc dari keluarga mesin CBR1000RR generasi 2017. Dari basis itu, Honda melakukan revisi pada camshaft, sistem saluran udara masuk, dan rasio transmisi agar karakter mesin lebih ramah digunakan sehari-hari.

Gigi pertama dan kedua dibuat lebih responsif, sedangkan gigi tiga sampai enam dibuat lebih panjang agar putaran mesin tetap rendah saat melaju di kecepatan tinggi. Torsi puncaknya mencapai 103 Nm, hanya sedikit di bawah Hornet SP, tetapi dorongannya tersedia lebih cepat.

Harga dan posisi pasar dibuat lebih menggoda

Di Amerika Serikat, CB1000F 2026 dibuka dengan harga USD10.599 atau sekitar Rp190.782.000. Angka itu disebut lebih rendah dibanding Kawasaki Z900RS ABS dan juga lebih murah daripada Honda CB1000 Hornet SP yang menjadi basis pengembangannya.

Posisi ini membuat CB1000F tampil sebagai opsi menarik di segmen naked bike bergaya retro. Motor ini menjual bahasa desain klasik, tetapi tetap menjaga karakter teknis yang relevan untuk penggunaan modern.

Nuansa 70-an dibuat serius, bukan tempelan gaya

Secara visual, CB1000F mengambil inspirasi dari Honda CB750F 1979 dan CB900F. Garis tangki, bentuk bodi, hingga grafisnya dibentuk untuk menghadirkan nuansa Honda era akhir 1970-an.

Honda juga memberi sentuhan yang mengingatkan pada motor balap CB-F 1023 cc yang pernah digunakan Freddie Spencer. Karena itu, aura klasik yang dibawa terasa lebih dalam daripada sekadar tampilan retro umum.

Namun, Honda menegaskan model ini bukan CB1000 Hornet SP yang hanya diberi baju lawas. Ada penyesuaian teknis yang memang diarahkan untuk membentuk identitas CB1000F sendiri.

Teknologi modern tetap lengkap di balik bodi klasik

Meski tampil retro, CB1000F dibekali IMU enam sumbu agar sistem elektronik bekerja lebih presisi. Motor ini juga memiliki tiga mode berkendara standar, yaitu Sport, Standard, dan Rain, ditambah dua mode tambahan yang bisa dikustomisasi.

Fitur lain yang disematkan mencakup kontrol traksi, pengaturan engine brake, cornering ABS, dan ride-by-wire. Ada pula smart key, pencahayaan LED, serta layar TFT 5 inci yang sudah mendukung konektivitas smartphone.

Paket tersebut menunjukkan bahwa Honda tetap menjaga aspek keamanan dan kepraktisan tanpa mengorbankan gaya klasik pada motor ini.

Rangka dan kaki-kaki dibuat seimbang

CB1000F memakai rangka twin-spar yang juga digunakan pada Hornet SP. Bedanya, Honda membuat subframe lebih kaku untuk meningkatkan kenyamanan pengendara dan penumpang.

Di bagian depan, motor ini menggunakan garpu Showa SFF-BP 41 mm. Sementara itu, bagian belakang mengandalkan Showa Pro-Link monoshock untuk menjaga keseimbangan antara kendali dan kenyamanan.

Sistem pengeremannya memakai kaliper radial Nissin empat piston yang dipadukan dengan cakram ganda 310 mm di depan. Honda tidak memakai kaliper Brembo Stylema atau shock belakang Öhlins seperti pada Hornet SP, dan keputusan itu ikut membantu menjaga harga CB1000F tetap kompetitif.

Dengan kombinasi desain klasik, mesin besar yang dibuat lebih mudah dipakai, serta fitur modern yang lengkap, CB1000F menempati ruang yang cukup unik. Motor ini hadir untuk pengendara yang menginginkan gaya retro kuat, tetapi tetap membutuhkan motor yang masuk akal untuk dipakai setiap hari.

Source: kabaroto.com

Berita Terkait