Jarak Tempuh dan Bagasi Honda CUV Jadi Titik Lemah di Balik Desain Futuristisnya

Author: Redaksi Android62

Honda CUV langsung menarik perhatian karena tampil sangat futuristis, tetapi dua kekurangan utamanya cepat menjadi bahan perbincangan. Jarak tempuh dan kapasitas bagasi dinilai paling mengganjal untuk motor listrik premium ini.

Di tengah kelengkapan teknologi dan nama besar Honda, aspek kepraktisan harian justru menjadi sorotan utama. Hal itu membuat Honda CUV terlihat menarik di permukaan, tetapi belum sepenuhnya meyakinkan bagi semua calon pengguna.

Jarak Tempuh Masih Di Bawah Harapan

Honda CUV dibekali dua baterai dengan total kapasitas 2,8 kWh. Dalam pengujian penggunaan nyata, jarak tempuhnya tercatat sekitar 73 kilometer hingga baterai benar-benar habis.

Angka tersebut dianggap belum memuaskan sebagian konsumen, terutama karena motor listrik di kelas premium biasanya diharapkan mampu menempuh jarak lebih dari 100 kilometer dalam sekali pengisian daya. Waktu pengisian juga bukan perkara kecil, karena dari kosong hingga penuh membutuhkan sekitar enam jam.

Jika pengisian dilakukan dari 25 persen ke 75 persen, waktunya sekitar 2,5 jam untuk satu baterai. Honda memang menyediakan dua cara pengisian, yakni di rumah dengan charger atau lewat penukaran baterai di Honda Power Pack Swap Station.

Namun, skema tukar baterai itu belum sepenuhnya praktis karena infrastrukturnya masih terbatas. Kondisi ini membuat pengguna yang membutuhkan fleksibilitas tinggi perlu mempertimbangkan ulang pola pemakaian sehari-hari.

Bagasi Nyaris Habis oleh Penempatan Baterai

Kekurangan lain datang dari ruang penyimpanan. Penempatan dua baterai di bawah jok membuat kapasitas bagasi menyusut drastis dan hanya menyisakan ruang untuk dokumen kendaraan atau barang kecil.

Bagi pengguna harian, situasi ini terasa kurang ideal karena kebutuhan menyimpan barang sederhana pun menjadi terbatas. Bahkan jas hujan berukuran besar disebut sulit dimasukkan ke dalam ruang yang tersisa.

Fitur dan Desain Tetap Menjadi Daya Tarik

Meski begitu, Honda CUV tetap punya modal kuat di sektor tampilan dan teknologi. Motor ini mempertahankan sekitar 80 persen karakter desain dari Honda SC e: Concept, sehingga kesan futuristisnya terasa sangat menonjol sejak pandangan pertama.

Panel instrumen digital TFT 7 inci menjadi salah satu pusat perhatian. Layar itu dipadukan dengan konektivitas Honda RoadSync Duo yang memungkinkan akses navigasi, panggilan telepon, musik Spotify, hingga peta digital langsung dari layar.

Tampilan layarnya juga disebut sangat halus dan memberi kesan seperti tablet yang dipasang di setang motor. Citra modern inilah yang membuat Honda CUV tampil berbeda dari banyak motor listrik lain yang masih berfokus pada fungsi dasar mobilitas.

Masih Nyaman untuk Pemakaian Kota

Untuk kebutuhan harian di perkotaan, Honda CUV tetap menawarkan paket yang cukup meyakinkan. Tenaganya sekitar 8 PS dengan torsi 22 Nm dan kecepatan puncak mencapai 85 km/jam.

Motor ini juga memiliki tiga mode berkendara, yaitu Econ, Standard, dan Sport. Kehadiran tiga mode tersebut memberi pilihan respons akselerasi yang bisa disesuaikan dengan situasi jalan dan kebutuhan pengendara.

Dari sisi ergonomi, jok dibuat empuk, ruang kaki terasa luas, dan posisi setang dirancang nyaman. Sistem pengeremannya pun mendapat pujian karena halus, mudah dikontrol, dan memberi rasa percaya diri di lalu lintas harian.

Dengan kombinasi desain yang sangat modern, fitur konektivitas lengkap, serta performa yang memadai untuk mobilitas urban, Honda CUV tetap punya daya tarik yang kuat. Namun, jarak tempuh yang masih terbatas dan bagasi yang hampir tak tersisa menjadi dua catatan utama yang perlu dipertimbangkan sebelum memilihnya sebagai kendaraan harian.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru