Honda membuka penjualan Super-ONE di Jepang dengan paket yang tidak biasa untuk sebuah EV kecil. Mobil ini tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menonjolkan rasa berkendara yang dibuat lebih hidup, termasuk simulasi transmisi tujuh percepatan.
Pendekatan itu membuat Super-ONE terasa berbeda di tengah tren mobil listrik kompak yang umumnya menonjolkan keheningan dan kepraktisan. Honda tampaknya ingin menghadirkan karakter yang lebih akrab bagi pengguna mobil bensin, tanpa meninggalkan format kendaraan listrik mungil.
Karakter berkendara dibuat lebih aktif
Super-ONE dikembangkan dari platform N-Series khas Jepang, namun Honda melakukan ubahan besar pada sasisnya. Dimensi dibuat lebih lebar dan posisi bodi dibuat lebih rendah agar stabilitas saat melaju terasa lebih baik.
Untuk memperkuat kesan sporty, Honda menambahkan Active Sound Control dan paddle shift di balik setir. Pengemudi juga bisa merasakan perpindahan gigi virtual yang disimulasikan menyerupai mobil bermesin konvensional.
Lima mode berkendara dan tenaga yang bisa naik
Honda membekali Super-ONE dengan lima mode berkendara, yakni Econ, City, Normal, Sport, dan Boost. Setiap mode dibuat untuk memberi karakter yang berbeda, dari hemat energi sampai respons yang lebih agresif.
Dalam pemakaian normal, motor listriknya menghasilkan tenaga 63 dk atau 47 kW. Saat Boost diaktifkan, tenaganya meningkat hingga 93 dk atau 70 kW.
Baterai ringkas untuk kebutuhan harian
Di balik bodinya yang kecil, Super-ONE memakai baterai 29,6 kWh. Dengan bekal itu, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 274 km berdasarkan standar WLTP dalam sekali pengisian daya.
Honda juga menyiapkan pengisian cepat agar mobil ini praktis dipakai harian. Dari 10 persen ke 80 persen, baterai bisa terisi dalam waktu sekitar 30 menit.
Pada mode City, Super-ONE turut dibekali one-pedal driving. Fitur ini membuat mobil bisa berhenti total hanya dengan pengemudi melepaskan pedal akselerator, sehingga cocok untuk lalu lintas padat.
Interior tetap dibuat sporty dan modern
Nuansa kabin ikut diarahkan ke sisi sporty lewat jok model bucket dengan desain khusus. Di tengah dashboard, Honda memasang layar infotainment 9 inci dengan sistem Google built-in.
Sistem hiburannya juga cukup lengkap untuk ukuran mobil mungil. Super-ONE menggunakan audio premium Bose dengan delapan speaker serta subwoofer 13,1 liter yang ditempatkan di bagasi.
Harga jual di Jepang
Di Jepang, Honda Super-ONE dipasarkan mulai 3.390.200 yen. Dengan harga itu, model ini masuk sebagai EV mungil dengan paket fitur yang cukup kaya, terutama pada pengalaman berkendara dan teknologi kabin.
Peluncuran ini menjadi langkah penting Honda untuk memperluas lini kendaraan listriknya. Sampai saat ini belum ada informasi resmi mengenai penjualan Super-ONE di Indonesia, meski ada kabar yang menyebut model ini berpeluang dipasarkan secara terbatas.
Dengan tenaga hingga 93 dk, baterai 29,6 kWh, jarak tempuh 274 km WLTP, dan simulasi transmisi tujuh percepatan, Super-ONE menawarkan pendekatan yang berbeda di kelas EV kompak. Honda jelas ingin membuat mobil listrik kecil ini tetap terasa melibatkan pengemudi di balik kemudi.
Source: otodriver.com






