Hongqi bersiap masuk ke Indonesia dengan modal yang jarang dimiliki merek baru dari China, yaitu sejarah panjang sebagai mobil pejabat dan simbol negara. Di pasar nasional, langkah merek ini juga sudah mengarah pada kerja sama yang disebut tengah difinalisasi bersama Indomobil Group.
Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, menyebut proses tersebut sudah sangat serius. Ia berharap pengumuman resmi bisa dilakukan tahun ini, dengan peluang debut mengarah ke Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026.
Dari kendaraan kenegaraan ke merek premium
Hongqi bukan pendatang baru dalam industri otomotif China. Merek ini pertama kali dibentuk pada 1958 dan menjadi merek mobil tertua di China.
Dalam bahasa China, Hongqi berarti “bendera merah” yang merujuk pada Partai Komunis China. Merek ini lahir di bawah naungan FAW Group, perusahaan otomotif milik negara.
Sejak awal, China memang ingin memiliki mobil buatan sendiri untuk dipakai pejabat tinggi negara. Posisi itu membuat Hongqi sejak awal berada di kelas yang berbeda, mirip simbol prestise yang selama ini melekat pada merek-merek Eropa.
Model perdana Hongqi adalah CA72. Mobil ini langsung dipakai sebagai kendaraan kenegaraan dan tampil dalam berbagai parade penting.
Pada era 1960-an hingga 1980-an, Hongqi menempati posisi istimewa di China. Mobil-mobilnya banyak digunakan oleh presiden, pejabat tinggi, hingga tamu negara.
Pernah meredup, lalu dibangun ulang
Perjalanan Hongqi tidak selalu mulus. Pada 1990-an, penjualan merek ini turun karena model-modelnya dinilai kuno dan tertinggal dari perkembangan zaman.
FAW kemudian berupaya menghidupkan kembali Hongqi lewat model-model baru. Langkah itu menjadi bagian dari transformasi agar merek bersejarah tersebut tetap relevan di pasar yang berubah cepat.
Kebangkitan Hongqi makin terlihat ketika industri otomotif China mulai naik kelas pada era 2010-an ke atas. Di periode itu, banyak pabrikan China serius membangun citra global, dan Hongqi ikut memperbarui identitasnya agar tidak hanya dikenal sebagai merek seremonial.
Salah satu langkah penting yang ditempuh adalah merekrut Giles Taylor, mantan desainer Rolls-Royce. Kehadiran sosok dari dunia desain otomotif premium itu mempertegas arah Hongqi untuk tampil lebih modern.
Model yang dibawa ke pasar lebih luas
Hongqi kini memiliki sejumlah model unggulan yang mewakili arah barunya. Salah satunya adalah Hongqi H9, sedan premium yang kerap dijuluki sebagai “RR-nya China”.
Julukan itu muncul karena H9 tampil dengan aura mewah dan penempatan yang kuat di segmen premium. Model ini ikut menunjukkan bahwa Hongqi tidak hanya mengandalkan sejarah, tetapi juga ingin menarik perhatian pasar modern.
Selain sedan, Hongqi juga punya SUV listrik mewah bernama E-HS9. Model ini sudah dipasarkan di banyak negara dan menjadi salah satu produk yang paling sering dikaitkan dengan ekspansi internasional merek tersebut.
Keberadaan E-HS9 memperlihatkan bahwa Hongqi juga masuk ke arus elektrifikasi yang kini menjadi arah penting industri otomotif global. Dengan kombinasi sejarah panjang, citra premium, dan produk elektrifikasi, Hongqi berpotensi memberi warna baru di segmen mobil mewah Indonesia.
Jika pengumuman resmi bersama Indomobil Group benar-benar dilakukan dalam waktu dekat, pasar mobil premium nasional akan kedatangan pemain baru dengan latar belakang yang sangat berbeda dari banyak merek lain.
Source: oto.detik.com






