Honor dan Samsung Menekan Razr Fold, Pesaingnya Ternyata Lebih Menggoda

Di antara pilihan yang tersedia, Honor Magic V6 tampil sebagai paket paling agresif karena membawa Snapdragon 8 Elite, baterai silicon-carbon 6.660mAh, serta rating IP68/IP69. Jalur pembeliannya memang lebih rumit karena tidak dijual resmi di pasar AS, tetapi harga impor yang mulai sekitar $1.500 membuatnya tetap sulit diabaikan.

Itu sebabnya Motorola Razr Fold tidak benar-benar berdiri sendirian di kelas foldable buku. Di pasar yang masih terbatas, terutama di AS, para pembeli kini bisa membandingkan perangkat dengan pendekatan yang sangat berbeda, mulai dari spesifikasi yang lebih besar, perlindungan bodi yang lebih kuat, sampai harga yang terasa lebih masuk akal.

Pilihan yang paling aman untuk dibeli

Samsung Galaxy Z Fold 7 tetap menjadi nama yang paling mudah dikenali di kategori ini. Samsung sudah membangun reputasi ponsel lipat buku sejak Galaxy Z Fold pertama pada 2019, lalu terus merapikan desain hingga Z Fold 7 terasa jauh lebih tipis dan lebih nyaman dibawa.

Keunggulan utama model ini ada pada rasa praktis saat dilipat dan lipatan tengah layar bagian dalam yang lebih samar. Prosesornya juga lebih cepat daripada Razr Fold, meski baterainya hanya 4.400mAh dan pengisian dayanya 25 watt.

Dari sisi biaya, Z Fold 7 masuk ke kelas yang sangat mahal. Varian dasar 256GB dibanderol nyaris $2.000, sehingga perangkat ini lebih cocok untuk pengguna yang mengejar pengalaman premium daripada efisiensi harga.

Alternatif dari Google dengan fokus perangkat lunak

Google Pixel 10 Pro Fold mengambil jalur yang berbeda. Perangkat ini menonjol berkat keunggulan perangkat lunak buatan Google dan dukungan Android terbaru yang biasanya hadir lebih cepat dibanding banyak ponsel lipat lain.

Google juga menjanjikan siklus dukungan 7 tahun, dan bagian belakangnya sudah dibekali magnet PixelSnap yang mirip konsep MagSafe. Kombinasi ini membuatnya terasa menarik untuk pengguna yang mengutamakan ekosistem dan pembaruan jangka panjang.

Namun ada batasan yang jelas di sisi multitasking. Antarmuka Pixel pada model ini hanya mendukung dua aplikasi berdampingan, sehingga lebih terbatas dibanding beberapa pesaing yang bisa menampilkan tiga aplikasi atau lebih, termasuk Razr Fold.

Motorola tetap punya dua jalur menarik

Bagi yang menyukai arah desain Motorola tetapi tidak ingin beralih ke foldable buku, Razr Ultra tetap relevan. Model ini lebih kompak dan lebih praktis untuk dipakai harian dibanding perangkat yang menyerupai tablet lipat.

Motorola memakai Snapdragon 8 Elite di model ini, dan chip tersebut masih sangat kencang. Meski begitu, keputusan mempertahankan prosesor yang sama seperti tahun lalu membuat peningkatannya terasa lebih datar, apalagi harga naik sekitar $200.

Karakter khas Motorola tetap jadi pembeda. Varian finishing seperti Alcantara dan wood memberi tampilan yang unik, sementara gesture untuk senter atau kamera, mode camcorder, dan dukungan hampir semua aplikasi di cover screen membuat pengalaman pakainya lebih fleksibel.

Satu opsi flip yang paling dekat sebagai lawan

Jika yang dicari adalah format clamshell, Samsung Galaxy Z Flip 7 menjadi lawan terdekat bagi Razr Ultra. Seri Z Flip punya peran besar dalam mempopulerkan ponsel lipat model flip, dan kini masih menjadi pilihan utama bagi pengguna yang menyukai format ringkas.

Samsung membekali model ini dengan prosesor Exynos, bukan chip Snapdragon kelas atas seperti di Z Fold 7. Layar luarnya juga lebih dibatasi karena Samsung memperlakukannya seperti smartwatch saku, dan pengguna perlu memasang Good Lock serta MultiStar jika ingin menjalankan lebih banyak aplikasi.

Walau begitu, respons dari The Verge, Android Authority, dan CNET tetap positif. Dengan potensi diskon setelah penerusnya hadir, Z Flip 7 bisa menjadi pintu masuk yang masuk akal ke dunia foldable tanpa harus langsung mengejar model paling mahal.

Honor masuk lewat spesifikasi yang sangat kuat

Honor Magic V6 menutup daftar sebagai opsi yang paling berani. Perangkat ini tidak dijual resmi di pasar AS, tetapi masih bisa dibeli lewat jalur impor dan tetap mendukung band nirkabel yang dibutuhkan untuk operator di sana.

Selain Snapdragon 8 Elite, Honor membawa baterai silicon-carbon 6.660mAh dan rating IP68/IP69 yang memberi perlindungan debu serta air jauh lebih kuat dibanding Razr Fold dengan IP48/IP49. Honor juga menawarkan material belakang yang unik, termasuk opsi vegan leather, untuk pengguna yang ingin perangkat terasa lebih premium dan berbeda.

Dengan harga impor mulai sekitar $1.500, Magic V6 bahkan bisa lebih murah dari beberapa rival lain dalam kondisi tertentu. Itu membuatnya menjadi alternatif yang sangat menarik bagi pembeli yang lebih mementingkan spesifikasi dibanding jalur pembelian yang sederhana.

Pada akhirnya, peta persaingan foldable buku kini tidak lagi mengerucut pada satu nama saja. Samsung dan Google menawarkan jalur yang lebih familiar di AS, Motorola masih kuat lewat desain dan karakter penggunaan, sementara Honor hadir sebagai paket spesifikasi yang paling agresif meski aksesnya lebih rumit.

Berita Terkait