6 HP Rp2 Jutaan dengan Baterai Besar dan Fitur yang Sulit Diabaikan

Di kelas Rp2 jutaan, Samsung Galaxy A07 tampil dengan senjata yang berbeda dari banyak rivalnya. Ponsel ini menjanjikan pembaruan sistem operasi dan keamanan hingga enam tahun, sesuatu yang masih jarang ditemukan di segmen harga ini.

Galaxy A07 juga membawa Helio G99, layar PLS LCD 6,7 inci HD+ 90Hz, kamera utama 50 MP, baterai 5.000 mAh, pengisian cepat 25 watt, dan sertifikasi IP54. Bagi pengguna yang memprioritaskan umur pakai perangkat, kombinasi tersebut membuatnya menonjol di antara pilihan lain yang lebih menekan spesifikasi fisik.

Baterai 7.000 mAh yang paling agresif

Urusan daya tahan, Poco M7 dan Redmi 15 berada di barisan terdepan. Keduanya sama-sama membawa baterai 7.000 mAh, kapasitas yang tergolong sangat besar untuk ponsel di kisaran harga Rp2 jutaan.

Poco M7 mengandalkan layar IPS LCD Full HD+ 6,9 inci dengan refresh rate 144Hz. Di dalamnya terpasang Snapdragon 685, RAM 8 GB, dan penyimpanan UFS 2.2 hingga 256 GB.

Redmi 15 datang dengan pendekatan serupa untuk pengguna yang aktif sepanjang hari. Perangkat ini memakai Snapdragon 685, RAM 8 GB, penyimpanan hingga 256 GB, layar IPS Full HD+ 6,9 inci 144Hz, dan kamera utama 50 MP.

ModelKeunggulan UtamaSpesifikasi KunciLainnya
Poco M7Baterai 7.000 mAhSnapdragon 685, RAM 8 GB, 256 GB, layar 6,9 inci 144HzUFS 2.2, Full HD+
Redmi 15Baterai 7.000 mAhSnapdragon 685, RAM 8 GB, 256 GB, kamera 50 MPLayar 6,9 inci 144Hz, Full HD+

Layar cepat, NFC, dan ketahanan fisik

Jika kebutuhan utamanya bukan sekadar baterai, Poco C85 dan Redmi 15C menawarkan paket yang lebih seimbang. Keduanya dibekali baterai 6.000 mAh dan pengisian cepat 33 watt, lalu menambah fitur yang membuatnya terasa lebih lengkap di penggunaan harian.

Poco C85 hadir dengan layar IPS LCD 6,9 inci 120Hz, tingkat kecerahan hingga 810 nits, Helio G81 Ultra, RAM hingga 8 GB, memori internal 256 GB, NFC, dan sertifikasi IP64. Redmi 15C membawa basis yang mirip, tetapi menjalankan Android 15, memakai Helio G81 Ultra, layar IPS LCD 6,9 inci 120Hz, kamera utama 50 MP, NFC, dan IP64.

Realme C75 juga menarik karena membawa sertifikasi standar militer MIL-STD-810H. Di kelas harga serupa, perlindungan seperti ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan perangkat lebih tahan banting.

Spesifikasi lainnya mencakup Helio G92 Max, RAM 8 GB yang bisa diperluas secara virtual, layar Full HD+ 90Hz, baterai 6.000 mAh, dan pengisian cepat 45 watt. Kombinasi itu membuat Realme C75 cukup kuat untuk dipertimbangkan sebagai pilihan serba aman.

Fokus kamera 108 MP dan layar AMOLED 144Hz

Bagi pengguna yang lebih mengejar kamera, Nubia V70 dan Nubia Focus 2 5G berada di jalur yang berbeda. Keduanya sama-sama mengusung kamera utama 108 MP, angka yang lebih tinggi dari banyak pesaing di kelas yang sama.

Nubia V70 memakai layar IPS 6,7 inci Full HD+ 120Hz, Unisoc T616, RAM 8 GB dengan fitur Extended RAM, memori 256 GB, baterai 5.000 mAh, dan pengisian cepat 33 watt. Nubia Focus 2 5G membawa Unisoc T760, RAM 8 GB, memori internal 256 GB, baterai 5.000 mAh, pengisian cepat 33 watt, layar 120Hz, dan dukungan jaringan 5G bersama kamera 108 MP berbasis AI.

Itel S26 Ultra menempuh jalur yang lebih berfokus pada tampilan. Smartphone ini membawa panel AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan hingga 4.500 nits.

Di bagian mesin, Itel S26 Ultra menggunakan Unisoc T7300, RAM 8 GB, memori 256 GB UFS 2.2, baterai 6.000 mAh, bypass charging, NFC, dan vapor chamber cooling. Paduan layar cerah dan fitur pendinginan itu membuatnya berbeda dari sebagian besar rival di rentang harga serupa.

Masih ada opsi yang menjaga harga tetap kompetitif

Redmi 14C tetap masuk radar karena membawa spesifikasi yang masih relevan di tengah banyak model baru. Ponsel ini memakai Helio G81 Ultra, RAM 8 GB, memori 256 GB, layar IPS LCD 6,8 inci 120Hz, kamera utama 50 MP, dan baterai 5.160 mAh.

Dengan pilihan yang beragam, segmen Rp2 jutaan kini tidak lagi hanya menawarkan memori besar. Perangkat-perangkat tersebut juga membawa layar cepat, baterai besar, NFC, sertifikasi ketahanan, sampai dukungan perangkat lunak jangka panjang sesuai kebutuhan pengguna masing-masing.

Berita Terkait