Kebiasaan terbangun berulang kali pada malam hari untuk buang air kecil sering dianggap sepele, padahal kondisi itu bisa menjadi tanda awal gangguan kandung kemih. Keluhan ini dikenal sebagai nokturia dan perlu diperhatikan, terutama bila sebelumnya tidak pernah muncul.
Dokter Spesialis Urologi Nur Rasyid menjelaskan bahwa banyak orang baru menyadari masalah kandung kemih ketika keluhan sudah berat. Dalam sejumlah kasus, pasien datang saat kondisi sudah memburuk bahkan sampai tidak bisa buang air kecil sama sekali.
Gejala awal yang kerap diabaikan
Perubahan pola berkemih sering muncul dalam bentuk yang sederhana. Selain nokturia, aliran urine yang tidak lancar, keluar terputus-putus, atau sensasi belum tuntas setelah selesai berkemih juga layak dicurigai.
Rasa seperti kandung kemih masih penuh meski sudah buang air kecil dapat menjadi petunjuk penting. Nyeri saat berkemih, baik sebelum, saat, maupun setelah urine keluar, juga termasuk tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Masalah bisa berkaitan dengan fungsi kandung kemih
Gangguan kandung kemih tidak selalu berarti kapasitas tampungnya berubah drastis. Pada kondisi gangguan compliance, kandung kemih kesulitan mengembang secara optimal sehingga rasa ingin berkemih muncul lebih cepat, bahkan saat urine yang tertampung baru sekitar 100 mililiter.
Ada pula overactive bladder atau kandung kemih terlalu aktif. Pada kondisi ini, kandung kemih masih memiliki kapasitas normal, tetapi ototnya berkontraksi terlalu cepat sebelum urine terkumpul penuh sehingga dorongan berkemih datang mendadak dan sangat kuat.
| Kondisi | Ciri Utama | Dampak yang Muncul |
|---|---|---|
| Gangguan compliance | Kandung kemih sulit mengembang optimal | Rasa ingin berkemih muncul lebih cepat, meski urine masih sedikit |
| Overactive bladder | Otot kandung kemih berkontraksi terlalu cepat | Dorongan berkemih tiba-tiba dan sangat kuat, kadang disertai kebocoran urine |
| Otot kandung kemih lemah | Kontraksi tidak cukup kuat untuk mengosongkan kandung kemih | Aliran urine lemah dan urine masih tersisa setelah berkemih |
Saat otot kandung kemih melemah
Keluhan juga bisa muncul ketika otot kandung kemih justru lemah. Meski kandung kemih sudah penuh dan dorongan untuk berkemih ada, kontraksi yang terjadi tidak cukup kuat untuk mengeluarkan urine secara tuntas.
Akibatnya, aliran urine terasa lemah dan tidak maksimal. Pemeriksaan USG biasanya menunjukkan masih ada sisa urine yang tertinggal di dalam kandung kemih setelah berkemih.
Pemeriksaan lebih cepat membantu penanganan
Menurut Nur Rasyid, perubahan kecil pada kebiasaan buang air kecil tidak sepatutnya langsung dianggap wajar, terutama jika berlangsung berulang. Semakin cepat masalah dikenali, semakin mudah pula penanganannya dilakukan bila memang ditemukan gangguan pada kandung kemih atau saluran kemih.
Karena itu, bangun tidur untuk buang air kecil berkali-kali, aliran urine yang melemah, urine terputus-putus, rasa tidak tuntas, dan nyeri saat berkemih sebaiknya tidak disepelekan. Gejala ringan bisa menjadi petunjuk awal yang penting sebelum kondisi berkembang lebih jauh.
Source: lifestyle.bisnis.com






