Huawei kembali menghadirkan Mate 80 Pro ke pasar Indonesia dengan banderol Rp 16.999.000. Perangkat ini langsung masuk ke kelas flagship karena membawa layar besar, desain premium, dan konfigurasi kamera yang lengkap.
Kehadiran Mate 80 Pro juga menandai kembalinya seri Mate ke Indonesia setelah Mate 40 Pro dirilis pada Oktober 2020. Penjualannya disiapkan melalui kanal resmi Huawei Indonesia, termasuk situs resmi dan mitra marketplace yang bekerja sama.
Layar besar dengan klaim tingkat terang tinggi
Huawei membekali Mate 80 Pro dengan panel LTPO AMOLED 6,75 inci. Layar ini sudah mendukung refresh rate 120 Hz dan dilapisi Kunlun Glass 2 untuk membantu menjaga ketahanan permukaan.
Salah satu angka yang paling menonjol ada pada klaim kecerahan puncaknya yang disebut mencapai 8.000 nits. Dengan karakter seperti ini, layar Mate 80 Pro ditujukan agar tetap nyaman digunakan di berbagai kondisi pencahayaan, termasuk saat berada di luar ruangan.
Desain premium dengan tiga varian warna
Dari sisi tampilan, Huawei tetap mempertahankan identitas flagship pada Mate 80 Pro. Sisi samping dibuat mengilap, sementara bagian belakang memakai finishing matte bermotif glitter yang memberi kesan elegan.
Di Indonesia, ponsel ini hadir dalam warna hitam, emas, dan hijau. Dengan bobot 219 gram serta dimensi 161,8 x 76 x 7,95 mm, perangkat ini tergolong besar, tetapi masih memiliki profil yang cukup ramping.
Kamera depan dengan sensor 3D ToF
Bagian depan Mate 80 Pro menjadi salah satu ciri yang mudah dikenali karena memiliki tiga lubang. Huawei menempatkan kamera selfie dan sensor 3D ToF pada area tersebut, yang dipakai untuk mendukung fitur pengenalan wajah.
Di bagian belakang, ponsel ini membawa tiga kamera utama. Susunannya terdiri dari kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 40 MP, dan kamera telefoto 48 MP.
Performa, memori, dan daya tahan baterai
Huawei belum menjabarkan secara rinci chipset yang dipakai pada Mate 80 Pro untuk pasar Indonesia. Namun, varian yang dipasarkan di China disebut menggunakan SoC Kirin 9030 Pro.
Untuk mendukung penggunaan kelas atas, perangkat ini dibekali RAM 16 GB dan penyimpanan internal 512 GB. Kombinasi tersebut membuat Mate 80 Pro cocok untuk pengguna yang membutuhkan ruang besar dan kemampuan multitugas.
Sumber daya perangkat ini mengandalkan baterai 5.500 mAh. Pengisian dayanya mendukung fast charging kabel 100 watt, wireless charging 80 watt, dan reverse charging 18 watt untuk mengisi perangkat lain.
Tidak memakai GMS, bergantung pada ekosistem Huawei
Mate 80 Pro menjalankan HarmonyOS dan tidak menggunakan Google Mobile Services atau GMS. Artinya, pengguna perlu memakai Huawei Mobile Services serta mengunduh aplikasi melalui Huawei AppGallery.
Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan layanan Huawei, pendekatan ini tetap memberikan pengalaman yang terintegrasi. Huawei menempatkan HMS sebagai fondasi utama ekosistem yang dipakai pada perangkat ini.
Dilengkapi perlindungan dan konektivitas lengkap
Huawei juga membekali Mate 80 Pro dengan sertifikasi IP68 dan IP69. Sertifikasi ini menunjukkan perangkat dirancang tahan terhadap debu serta paparan air dalam tingkat tertentu.
Untuk keamanan biometrik, pemindai sidik jari ditempatkan di sisi bodi. Di sisi konektivitas, perangkat ini mendukung WiFi, Bluetooth 6, GPS, NFC, dan port USB-C.
Dengan harga Rp 16.999.000, Mate 80 Pro diposisikan sebagai pilihan premium untuk pengguna yang mencari ponsel flagship dengan layar besar, kamera depan dengan sensor 3D ToF, baterai besar, dan dukungan pengisian daya cepat. Pemesanan resminya dibuka pada 24 April 2026 melalui kanal penjualan yang disiapkan Huawei di Indonesia.







