Huawei disebut tengah menyiapkan ponsel baru dengan layar berasio 16:10 tanpa mekanisme lipat. Jika kabar ini benar, perangkat tersebut akan menawarkan ruang tampilan yang lebih lapang dari smartphone konvensional, tetapi tetap mempertahankan bentuk slab yang lebih praktis.
Yang membuatnya menonjol bukan hanya format layarnya, melainkan juga arah desain yang diambil. Di pasar yang selama ini mengaitkan layar lebar dengan perangkat foldable, Huawei justru disebut ingin membawa pengalaman serupa ke ponsel non-lipat.
Masuk ke kelas flagship
Bocoran dari Digital Chat Station di Weibo menyebut perangkat ini belum memiliki nama resmi dan sedang dikembangkan dalam tahap uji. Informasi itu juga menyebut adanya purwarupa rekayasa, sehingga proyek ini dinilai memang sudah berjalan meski belum diumumkan Huawei.
Dari sisi perangkat keras, bocoran menyebut ponsel ini akan memakai chipset Kirin 9000 series. Kombinasi tersebut menguatkan dugaan bahwa Huawei memosisikannya sebagai model premium, bukan sekadar percobaan desain.
Sejumlah detail lain juga mengarah ke kelas atas. Perangkat ini disebut membawa baterai kelas 7K, yang berarti kapasitasnya setidaknya 7.000mAh, angka yang besar untuk sebuah smartphone flagship.
Kamera dan bodi yang tetap dibuat ringkas
Huawei dikabarkan tetap menjaga bodi perangkat ini agar tipis dan ringan meski memakai layar yang lebih lebar. Pendekatan itu penting karena ukuran layar yang besar sering kali dibayar dengan bobot dan ketebalan yang mengganggu kenyamanan harian.
Di sektor kamera, bocoran menyebut sensor utama 50MP berukuran 1/1.3 inci. Kamera utama itu disebut akan ditemani kamera telefoto periskop 50MP dan lensa multispektral.
Susunan kamera tersebut menunjukkan bahwa Huawei tidak menempatkan perangkat ini sebagai ponsel eksperimen semata. Kehadiran telefoto periskop juga menandakan kemampuan zoom tetap menjadi bagian penting dari paket flagship yang disiapkan.
Waktu rilis masih diperkirakan
Jadwal peluncuran yang beredar masih sebatas perkiraan. Perangkat ini disebut akan hadir pada paruh akhir tahun, kemungkinan setelah seri Huawei Mate 90 atau di sela jadwal peluncuran lini tersebut.
Seri Mate sendiri biasanya muncul pada penghujung November setiap tahun. Karena itu, ponsel layar lebar non-lipat ini diduga akan meluncur setelah momentum tersebut, walau belum ada konfirmasi resmi dari perusahaan.
Untuk ketersediaan, pasar global belum mendapat kepastian. Namun, jika benar masuk tahap komersial, perangkat ini diperkirakan lebih dulu hadir di China.
Langkah yang berbeda dari tren pasar
Huawei sebelumnya dikenal sebagai salah satu produsen awal yang membawa layar lebih lebar ke ponsel lipat. Setelah itu, pendekatan serupa juga diikuti merek lain seperti Xiaomi dan Apple di kategori foldable, sementara Samsung disebut akan menghadirkan Galaxy Z Fold8 dengan layar yang lebih lebar.
Di tengah arah pasar tersebut, Huawei justru disebut mencoba menerjemahkan konsep layar luas ke perangkat non-folding. Jika terwujud, langkah ini bisa membuka kategori yang jarang disentuh, yakni smartphone slab dengan pengalaman visual ala foldable tetapi tanpa engsel.
Perpaduan layar 16:10, chipset Kirin 9000 series, baterai besar, dan kamera flagship membuat perangkat ini patut dipantau. Bukan hanya karena spesifikasinya, tetapi juga karena ia mencoba mengubah cara flagship non-lipat menghadirkan ruang layar bagi pengguna.
