Hybrid Makin Menang Di Amerika, Honda Menunda Pabrik EV Besar Di Kanada Tanpa Batas Waktu

Author: Redaksi Android62

Hybrid justru menjadi pegangan yang paling nyaman bagi Honda di Amerika Utara saat pasar kendaraan listrik belum bergerak secepat harapan. Di tengah kondisi itu, perusahaan menekan jeda pada proyek pabrik EV dan baterai raksasa di Kanada yang nilainya mencapai $15 miliar CAD atau $11 miliar USD.

Langkah tersebut membuat rencana Alliston, Ontario, masuk status ditangguhkan tanpa batas waktu. Honda memilih menunggu sambil membaca ulang arah pasar, karena permintaan EV di Amerika Serikat belum berkembang sekuat yang diperkirakan.

Perubahan ini menunjukkan bahwa hitungan bisnis Honda ikut bergeser. Insentif federal untuk EV yang menyusut membuat harga mobil listrik terasa lebih berat bagi konsumen, sementara pelonggaran aturan efisiensi mengurangi dorongan bagi produsen untuk bergerak cepat.

Di saat yang sama, tarif dan ketidakpastian dagang antara Amerika Serikat dan Kanada ikut menambah lapisan risiko. Menteri Industri Kanada Melanie Joly menyebut tarif Amerika serta perubahan kebijakan domestik AS memberi tekanan nyata kepada produsen mobil, sehingga sebagian memilih menunda atau memangkas investasi EV dan baterai.

Bagi Honda, kombinasi faktor itu membuat proyek Alliston kehilangan kepastian yang dibutuhkan untuk melaju. Nikkei Asia melaporkan perusahaan kini menangguhkan rencana tersebut tanpa batas waktu sambil terus memantau perkembangan pasar.

Keputusan ini juga menegaskan bahwa penyesuaian Honda bukan hal baru. Pada Mei 2025, perusahaan sudah menggeser jadwal pabrik mobil dan pabrik baterai terkait proyek Alliston selama dua tahun, meski lahan sudah dibeli dan dukungan finansial dari pemerintah Kanada telah diamankan.

Meski proyek besar itu berhenti di tengah jalan, fasilitas Honda yang sudah beroperasi di Alliston tetap berjalan normal. Pabrik tersebut masih memproduksi Civic dan CR-V, dua model yang memang sudah dibuat di lokasi itu sejak dibuka pada 1986.

Di sisi lain, Honda juga melakukan revisi pada portofolio EV yang lebih luas di Amerika Utara. Perusahaan sedang menghentikan Prologue EV yang dikembangkan bersama GM, lalu awal tahun ini membatalkan tiga mobil dan SUV listrik baru untuk pasar kawasan tersebut meski semuanya sudah berada di tahap akhir pengembangan.

Tak berhenti di sana, Honda dan Sony juga mengonfirmasi bahwa mereka meninggalkan rencana meluncurkan EV di bawah merek Afeela. Deretan keputusan itu memperlihatkan bahwa peninjauan ulang Honda tidak hanya menyentuh satu proyek pabrik, tetapi juga arah produk listrik yang lebih luas.

Untuk saat ini, hybrid tampak menjadi jalur yang lebih aman bagi Honda di pasar Amerika Utara. Perusahaan juga berusaha memperpanjang umur model-model yang sudah ada agar biaya tetap terkendali di tengah ketidakpastian investasi jangka panjang.

Honda belum menutup pintu untuk EV sepenuhnya. Perusahaan masih memiliki lini produksi fleksibel di Ohio yang bisa merakit mobil bensin, hybrid, atau listrik tergantung permintaan, setelah menggelontorkan $1 miliar untuk meningkatkan fasilitas itu.

Namun arah terdekatnya sudah terlihat jelas. Di Amerika Serikat dan Kanada, Honda kini lebih percaya diri pada hybrid daripada EV murni, dan itulah yang membuat proyek pabrik listrik bernilai miliaran dolar di Kanada harus berhenti sampai pasar memberi sinyal yang lebih kuat.

Source: www.carscoops.com
Berita Terbaru