HyperOS Penuh Iklan Meredupkan Redmi Note 15 Pro 5G, Padahal Baterai Dan Kameranya Menjanjikan

Author: Redaksi Android62

Yang paling mudah membuat Redmi Note 15 Pro 5G menonjol bukan sekadar kamera 200MP-nya, melainkan juga baterai 6.580mAh yang sangat besar untuk kelas menengah. Kombinasi ini langsung memberi kesan bahwa Xiaomi menyiapkan perangkat yang kuat untuk dipakai lama tanpa sering mencari colokan.

Di saat yang sama, ponsel ini juga membawa layar AMOLED 6,83 inci, performa yang stabil, dan harga mulai sekitar £349 atau setara Rp7 jutaan. Namun di balik paket spesifikasi yang terlihat menggoda, pengalaman software justru menjadi bagian yang paling banyak mengurangi nilai jualnya.

Layar besar yang memang terasa premium

Salah satu daya tarik utama Redmi Note 15 Pro 5G ada pada layar AMOLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi 2772 x 1280 piksel. Panel ini membuat perangkat terasa nyaman untuk dipakai menonton video, terutama karena warna yang tampil terlihat cerah dan hidup saat membuka YouTube atau Netflix.

Dukungan HDR10+ dan Dolby Vision ikut memperkuat kesan tersebut. Refresh rate 120Hz juga membantu membuat scrolling, browsing, dan bermain game terasa lebih mulus.

Kecerahan puncaknya mencapai 3.200 nits, sehingga layar tetap terbaca saat digunakan di luar ruangan. Angka ini memang belum yang tertinggi di pasar, tetapi sudah sangat membantu ketika ponsel dipakai di bawah sinar matahari.

Performa harian yang stabil

Di sektor dapur pacu, Xiaomi memakai MediaTek Dimensity 7400-Ultra. Chipset ini memberi pengalaman yang stabil saat ponsel digunakan untuk banyak aktivitas sekaligus.

Membuka banyak aplikasi, berpindah antar media sosial, streaming video, hingga bermain game masih bisa dilakukan tanpa hambatan berarti. Untuk game berat seperti Genshin Impact, penurunan frame rate sesekali masih terlihat, tetapi performanya tetap tergolong nyaman.

Varian yang diuji membawa RAM 12GB dan penyimpanan internal 512GB. Kapasitas ini memberi ruang lega untuk aplikasi, foto, video, dan file lain yang biasanya cepat memenuhi memori.

Speaker stereo yang digunakan belum bisa disebut istimewa. Pada volume tinggi, suaranya kadang terdengar agak tipis, meski masih tergolong baik untuk kelas harganya.

Kamera 200MP yang tidak berlebihan

Sensor utama 200MP menjadi salah satu alasan terbesar untuk melirik ponsel ini. Hasil fotonya mampu menampilkan detail tinggi dengan warna yang cukup natural tanpa pemrosesan AI yang terasa terlalu dipaksakan.

Hasil pemotretan pemandangan, pepohonan, dan langit biru terlihat kaya warna, tetapi tetap tidak berlebihan. Detail juga masih terjaga dengan baik, sehingga foto terasa realistis dibanding banyak ponsel kelas murah lain.

Kualitas kamera ini memang belum setara ponsel flagship seperti iPhone 17 Pro Max atau Google Pixel 10 Plus. Meski begitu, di kelas menengah hasilnya tetap tergolong sangat kompetitif.

Ada satu kompromi yang cukup terasa, yaitu tidak adanya lensa telefoto khusus. Zoom 2x sampai 4x masih terlihat tajam, tetapi kualitas mulai turun saat pembesaran dibuat lebih jauh.

Di bagian depan, tersedia kamera selfie 20MP. Kamera ini cukup baik untuk video call dan konten media sosial, sementara perekaman video mendukung 4K 30fps dan 1080p 60fps dengan hasil yang stabil.

Baterai besar dan bodi yang belum sepenuhnya premium

Baterai 6.580mAh menjadi keunggulan lain yang sulit diabaikan. Kapasitas ini jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya yang hanya 5.110mAh, dan hasilnya terasa nyata dalam penggunaan sehari-hari.

Dalam pemakaian normal, baterainya mampu bertahan seharian penuh. Bahkan saat dipakai untuk game, video call, dan streaming, daya tahannya tetap sangat meyakinkan.

Pengisian ulang mengandalkan fast charging 45W. Kecepatannya belum termasuk yang paling agresif di kelas ini, dan pengisian nirkabel juga belum tersedia.

Dari sisi desain, perangkat ini belum memberi kesan premium sekuat spesifikasinya. Modul kamera besar di tengah bodi belakang terlihat mencolok, pilihan warna juga tidak terlalu menonjol, dan finishing belakangnya terasa sedikit murah dibanding beberapa pesaing.

Meski begitu, sertifikasi IP68 menjadi nilai tambah penting. Ponsel ini tahan debu dan dapat bertahan di dalam air hingga kedalaman sekitar 1,5 meter selama 30 menit.

HyperOS justru jadi sumber masalah

Bagian yang paling banyak merusak kesan keseluruhan justru datang dari software. Redmi Note 15 Pro 5G menjalankan HyperOS 2 berbasis Android 15, dengan janji empat tahun pembaruan sistem operasi dan enam tahun pembaruan keamanan.

Dalam penggunaan harian, pengalaman terasa kurang nyaman karena banyak aplikasi bawaan berisi iklan. Browser bawaan langsung menampilkan promosi dan pop-up, sementara bloatware yang terpasang sejak awal jumlahnya sangat banyak, termasuk aplikasi belanja dan game.

Notifikasi promosi dari toko aplikasi Xiaomi juga muncul berkala dan sering mengganggu. Di tengah layar yang bagus, kamera yang kompeten, dan baterai besar, justru software inilah yang paling meredupkan daya tarik Redmi Note 15 Pro 5G.

Source: www.gadgetdiva.id
Berita Terbaru