HyperX memberi dorongan besar pada lini perangkat gamingnya lewat dua arah sekaligus: controller modular Clutch Talon dan headset Cloud Stinger 3 versi nirkabel. Keduanya sama-sama membawa peningkatan yang membuat pilihan pengguna jadi lebih luas, baik untuk pemain konsol, PC, maupun perangkat mobile.
Yang paling menonjol dari langkah ini adalah cara HyperX memperluas fleksibilitas produk tanpa mengubah identitas dasarnya. Clutch Talon tetap berada di jalur controller yang familiar bagi pengguna Xbox, sementara Cloud Stinger 3 kini ikut menampung kebutuhan audio nirkabel di kelas headset yang lebih terjangkau.
Controller yang bisa disesuaikan lebih jauh
Clutch Talon hadir sebagai controller berlisensi resmi Xbox dengan bentuk yang mirip controller Xbox Series standar. Di bagian input, HyperX memasang joystick Hall effect dan trigger Hall effect dengan lock, yang diarahkan untuk memberi kontrol lebih presisi dan tahan lama dibanding controller Xbox tradisional.
Controller ini juga tidak dibatasi pada satu perangkat saja. Dukungan koneksi 2,4 GHz dan Bluetooth membuatnya bisa dipakai di konsol, PC, dan juga game mobile, sehingga perannya terasa lebih serbaguna dari controller biasa.
Daya tahan baterai menjadi salah satu nilai jual utamanya. HyperX membekali perangkat ini dengan baterai 1.000 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 30 jam, lalu mengisinya lewat USB-C.
Isi paketnya dibuat lengkap
HyperX tampaknya ingin Clutch Talon terasa siap dipakai sejak keluar dari kotak. Paket penjualannya berisi sepasang trigger alternatif, sepasang stik alternatif, sepasang paddle, dan dua tipe D-pad.
Ada pula mobile clip untuk memasang ponsel langsung ke controller, serta carrying case untuk memudahkan dibawa ke mana saja. Dari materi produk juga muncul indikasi faceplate yang dapat diganti, meski komponen itu tidak termasuk dalam paket penjualan yang disebutkan.
Selain itu, controller ini masih menyediakan jack audio 3,5 mm. Kombinasi fitur tersebut membuat Clutch Talon tampak ditujukan bagi pengguna yang ingin perangkat dengan kontrol lebih personal dan mudah dibawa.
Cloud Stinger 3 ikut masuk ke jalur nirkabel
Di sisi audio, Cloud Stinger 3 kini hadir dalam dua varian, yaitu wired dan wireless. Seri ini tersedia untuk pengguna PS serta Xbox/PC, sehingga jangkauannya dibuat cukup luas.
Pembaruan yang paling penting ada pada versi wireless, karena ini menjadi opsi nirkabel pertama yang menambah fleksibilitas pada lini tersebut. Headset ini memakai driver 50 mm dengan rentang respons frekuensi 10 Hz hingga 50 kHz.
Untuk daya tahan, varian wireless diklaim mampu bertahan hingga 80 jam. Pengisian penuh disebut memerlukan waktu sekitar empat jam.
Varian wired juga memakai driver 50 mm. Namun, pada halaman produk, bagian spesifikasinya justru menuliskan 30 mm, yang terlihat seperti kesalahan penulisan.
Fokus pada kenyamanan dan fungsi harian
Kedua versi Cloud Stinger 3 memakai rangka stainless steel. HyperX juga menambahkan bantalan telinga berbahan leather dan memory foam agar pemakaian terasa lebih nyaman.
Mikrofonnya menggunakan tipe electret condenser. Fitur mute bisa diaktifkan dengan cara sederhana, yaitu membalik mikrofon ke atas.
Cloud Stinger 3 wireless hadir dalam pilihan warna hitam dan putih. Harga yang dipasang adalah $50 untuk versi wired dan $100 untuk versi wireless, sementara Clutch Talon dibanderol $160.
NGENUITY juga ikut diperbarui
Selain perangkat keras, HyperX ikut merapikan software NGENUITY. Perusahaan menyebut antarmukanya sekarang lebih bersih dan lebih intuitif untuk membantu personalisasi serta kustomisasi perangkat yang kompatibel.
Untuk periferal audio, penyesuaian tersebut didukung oleh engine HEAR360. Pembaruan ini melengkapi strategi HyperX dalam membangun ekosistem aksesori gaming yang tidak hanya bertambah dari sisi perangkat, tetapi juga dari sisi pengaturan. Clutch Talon akan tersedia melalui situs resmi HyperX dan sejumlah retailer terpilih pada musim panas, meski tanggal pastinya belum diumumkan.
Source: www.notebookcheck.net






