Hyundai Belum Berani Buka Suara Soal B50, Pemilik Staria dan Palisade Diminta Tunggu

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) belum dapat memastikan mobil diesel Hyundai yang beredar di Indonesia aman digunakan dengan bahan bakar B50. Pabrikan menyebut pengujian teknis khusus untuk campuran tersebut belum selesai dilakukan.

Sikap itu membuat pemilik Hyundai diesel, terutama Staria dan Palisade, belum mendapat kepastian baru soal bahan bakar yang bisa dipakai. HMID memilih menunggu hasil kajian teknis dari tim engineering sebelum memberi rekomendasi resmi kepada konsumen.

Belum Ada Uji Khusus untuk B50

Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa Hyundai masih mengumpulkan data teknis sebelum mengambil keputusan. Menurut dia, belum ada keterangan dari tim engineering yang bisa dijadikan dasar untuk menyatakan mobil diesel Hyundai kompatibel dengan B50.

Fransiscus juga menegaskan bahwa kondisi penggunaan saat ini belum bisa dijadikan patokan untuk menyimpulkan kesiapan menghadapi campuran biodiesel yang lebih tinggi. Sejauh ini, belum ada keluhan konsumen terkait bahan bakar yang tersedia di pasar nasional, namun hal itu berbeda dengan pengujian resmi untuk B50.

Model Diesel HyundaiStatus Saat IniCatatan Terkait B50
StariaMasih dijual di IndonesiaBelum ada hasil uji khusus untuk penggunaan B50
PalisadeMasih dijual di IndonesiaBelum ada hasil uji khusus untuk penggunaan B50

Kenapa B50 Menjadi Perhatian

B50 adalah bahan bakar diesel dengan komposisi 50 persen biodiesel berbasis fatty acid methyl ester atau FAME dan 50 persen solar. Campuran ini lebih tinggi dibanding B40 yang saat ini digunakan secara nasional.

Kenaikan kadar biodiesel membuat isu kompatibilitas mesin menjadi lebih sensitif. Pada kendaraan diesel modern, penyesuaian tidak hanya berkaitan dengan proses pembakaran, tetapi juga sistem bahan bakar, injektor, pompa, dan komponen mesin lainnya.

Karena itu, pengujian pabrikan menjadi langkah penting sebelum sebuah kendaraan dinyatakan siap menggunakan bahan bakar baru. Tanpa hasil uji resmi, pemilik kendaraan berisiko menghadapi ketidakpastian terkait performa dan daya tahan komponen.

Posisi HMID untuk Konsumen

HMID menegaskan bahwa keputusan akhir belum dikeluarkan karena dasar teknisnya belum tersedia. Perusahaan tidak ingin berspekulasi sebelum ada hasil yang jelas dari proses pengujian internal.

Bagi pemilik Staria dan Palisade diesel, rekomendasi bahan bakar tetap mengacu pada pedoman kendaraan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sampai ada pemberitahuan resmi, penggunaan bahan bakar sebaiknya mengikuti spesifikasi pabrikan agar keandalan mesin tetap terjaga.

Di tengah rencana penerapan B50 secara nasional, sikap Hyundai menunjukkan bahwa kesiapan kendaraan tidak selalu sejalan dengan arah kebijakan energi. Setiap model tetap memerlukan verifikasi teknis masing-masing sebelum dinyatakan aman untuk digunakan dengan campuran biodiesel yang lebih tinggi.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terkait