Pilihan paling mencolok di akhir Perfect Crown bukan pada keberhasilan I An duduk di singgasana, melainkan saat ia justru melepaskan semuanya. Setelah melewati masa genting dan sempat selamat dari kebakaran, Pangeran I An berakhir sebagai raja, tetapi kisahnya tidak berhenti pada kekuasaan.
Keputusan yang ia ambil mengubah arah hidupnya secara total. Ia mendorong penghapusan sistem monarki, lalu meninggalkan takhta untuk menjalani hidup baru bersama Seong Hui Ju di luar lingkaran kerajaan.
Perjalanan menuju akhir yang tak biasa
Langkah I An untuk mengakhiri monarki tidak langsung berjalan mulus. Di kabinet, gagasan itu sempat memunculkan perdebatan karena ada pro dan kontra yang mewarnai keputusan besar tersebut.
Meski begitu, I An tetap mampu menjelaskan alasan di balik pilihannya dengan cukup masuk akal. Penjelasan itu menjadi salah satu pijakan awal sebelum perubahan besar itu benar-benar bergerak ke tahap berikutnya.
Dukungan kemudian datang dari suara rakyat. Hasil voting menunjukkan bahwa penghapusan sistem monarki mendapat persetujuan, dan situasi itu membuka jalan bagi I An untuk menuntaskan niatnya.
Sebagai raja, ia kemudian menulis surat pengesahan penghapusan sistem monarki. Dari momen itu, statusnya berubah sepenuhnya dari penguasa menjadi rakyat biasa.
Hidup tanpa singgasana
Setelah tidak lagi berada di posisi kerajaan, kehidupan I An ikut berubah total. Ia dan Seong Hui Ju meninggalkan istana dan menjalani hidup bersama tanpa kekurangan apa pun.
Di luar lingkungan kerajaan, I An juga digambarkan tidak lagi memiliki pekerjaan tetap. Ia lebih banyak berada di rumah dan menjalani hari-harinya dengan bebas bersama Seong Hui Ju.
Kondisi itu menampilkan sisi yang jauh lebih tenang dari perjalanan hidupnya. Beban urusan istana yang selama ini mengekang tampak sudah tidak lagi menjadi bagian dari kesehariannya.
Tetap jadi sorotan
Walau sudah bukan anggota keluarga kerajaan, I An tidak benar-benar lepas dari perhatian publik. Sebagai suami Seong Hui Ju, ia tetap menjadi sosok yang disorot media.
Akhir kisah ini memberi penekanan bahwa kebahagiaan I An tidak diukur dari jabatan atau kekuasaan. Perfect Crown justru menempatkan kebebasan sebagai ruang baru yang membuat hidupnya terlihat lebih lega dan tenteram.
Dari raja yang memilih mundur hingga menjadi rakyat biasa, I An akhirnya menemukan kehidupan yang jauh lebih tenang. Bersama Seong Hui Ju, ia menutup perjalanannya dengan nuansa yang tidak mewah, tetapi terasa bahagia.
Source: www.idntimes.com






