IBM Model M masih sering dibicarakan bukan hanya karena usianya yang lawas, tetapi karena reputasinya yang nyaris tak tergoyahkan. Keyboard ini dikenal sebagai perangkat yang bisa dipakai sangat lama berkat bodi yang kokoh dan sakelar di dalamnya yang berbeda dari keyboard kebanyakan.
Daya tarik itu membuat Model M tetap menonjol di tengah pasar laptop tipis dan keyboard RGB. Dengan perawatan yang tepat, unit asli disebut bisa bertahan hampir tanpa batas waktu pakai, dan dalam banyak kasus tetap memberi rasa mengetik yang sama baiknya, bahkan lebih baik, dibanding banyak keyboard mekanis modern.
Bukan sekadar barang nostalgia
Model M lahir dari kebutuhan IBM untuk menghadirkan keyboard yang lebih cocok diproduksi massal. Perangkat ini dibundel bersama IBM 3161 Terminal yang dirilis pada 1985, setelah IBM PC pertama meluncur pada 1981 dengan keyboard Model F sebagai pasangannya.
Pada masa itu, Model F sempat menjadi standar untuk PC IBM dan terminal kerja. Masalahnya, biaya produksinya terlalu tinggi untuk dipertahankan dalam jumlah besar, sehingga IBM membutuhkan pengganti yang lebih masuk akal untuk skala produksi.
Di titik itulah Model M mengambil alih. Keyboard ini kemudian menjadi standar untuk IBM PC dan terminal mulai dari 3161, sekaligus membawa arah desain yang lebih dekat dengan keyboard modern yang dikenal sekarang.
Susunan tombol yang ikut membentuk kebiasaan mengetik
Perubahan pada Model M tidak hanya terjadi pada mesin di dalamnya. IBM juga mengubah tata letak tombol agar pengalaman mengetik terasa lebih familiar bagi pengguna masa kini.
Numpad dipisahkan dari blok utama, lalu di antara keduanya ditambahkan tombol seperti Insert dan Delete. Tombol arah ditempatkan di bawah area itu, sementara tombol fungsi disusun dalam satu baris horizontal di bagian atas area utama.
Model M juga disebut sebagai keyboard pertama yang memindahkan tombol Control ke kiri bawah dan kanan bawah blok utama. Susunan seperti ini membuat banyak elemen yang kini terasa umum pada keyboard modern mulai terlihat jelas bentuknya.
Rahasia awetnya ada di sakelar buckling spring
Ketahanan Model M paling banyak dikaitkan dengan mekanisme sakelar yang digunakannya. Alih-alih memakai membran karet atau sakelar mekanis sederhana seperti banyak keyboard saat ini, Model M mengandalkan buckling spring.
Di dalam mekanisme itu, pegas gulir ditempatkan di antara keycap dan palu yang bisa berputar. Saat tombol ditekan, palu melipat dan menghasilkan umpan balik yang kuat sekaligus bunyi yang jelas.
Karena sistemnya benar-benar mekanis dan jumlah komponennya relatif sedikit, Model M bisa bertahan sangat lama jika dirawat dengan baik. Sebaliknya, keyboard membran yang bergantung pada karet umumnya lebih cepat aus seiring waktu.
Masih punya penerus di masa kini
IBM sudah tidak lagi memproduksi Model M, tetapi desainnya belum benar-benar hilang. Unicomp membuat keyboard yang terinspirasi langsung dari model itu lewat lini New Model M.
Versi Unicomp dibuat sedikit lebih ringkas, namun tetap mempertahankan karakter utama Model M. Sakelar buckling spring-nya juga masih dipakai, sehingga pengalaman mengetiknya tetap dekat dengan model asli.
Keberadaan penerus ini menunjukkan bahwa daya tarik Model M tidak berhenti pada sisi sejarah. Desainnya masih dianggap relevan karena menggabungkan ketahanan, rasa tekan yang khas, dan layout yang ikut membentuk standar keyboard modern.
Di tengah perangkat yang cepat berganti, IBM Model M tetap menjadi contoh jelas bahwa desain yang tepat bisa membuat sebuah keyboard bertahan jauh melampaui zamannya. Bagi mereka yang masih menyimpan unit aslinya, perangkat ini tetap berdiri sebagai salah satu simbol paling kuat dari era ketika kualitas fisik dibuat untuk bertahan lama.







