Kolesterol Tinggi Bisa Muncul Sejak Muda, Skrining Usia 20 Tahun Dinilai Mendesak

Kolesterol tinggi tidak lagi bisa dipandang sebagai masalah usia lanjut. Gangguan ini dapat muncul pada usia muda dan berkembang diam-diam tanpa gejala, sehingga banyak orang merasa sehat padahal risiko di pembuluh darah sudah mulai terbentuk.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, Nancy Virginia, menjelaskan bahwa penumpukan lemak di pembuluh darah bisa berlangsung perlahan sejak awal kehidupan dewasa. Karena itu, sejumlah pedoman kesehatan internasional kini merekomendasikan skrining kolesterol dimulai sejak usia 20 tahun.

Proses berbahaya bisa dimulai jauh sebelum keluhan muncul

Nancy menyebut guratan lemak atau fatty streak pada pembuluh darah dapat mulai terbentuk sejak usia 15 hingga 20 tahun. Tahap ini menjadi awal proses yang berpotensi berkembang menjadi plak dan menyumbat aliran darah bila tidak diketahui sejak dini.

Kondisi tersebut kerap berjalan tanpa gejala. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari bahwa kadar kolesterolnya sudah tinggi dan sedang membangun risiko penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

Apa saja yang diperiksa saat skrining

Skrining kolesterol pada usia muda umumnya menilai kolesterol total, LDL atau kolesterol jahat, HDL atau kolesterol baik, serta trigliserida. Pemeriksaan lanjutan biasanya ditentukan berdasarkan kondisi kesehatan dan faktor risiko masing-masing orang.

Jika hasil menunjukkan LDL tinggi, dokter dapat mengambil langkah lebih cepat untuk mencegah penumpukan lemak di dinding pembuluh darah berkembang menjadi penyumbatan. Penanganan dini dinilai penting karena komplikasinya bisa berujung pada penyakit jantung dan stroke.

Penanganan menyesuaikan tingkat risiko

Pada kondisi yang masih ringan, perubahan gaya hidup menjadi langkah awal yang sering disarankan. Perbaikan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, dan pengelolaan berat badan termasuk di dalamnya.

Namun, ketika kadar kolesterol sudah tinggi atau risiko kardiovaskular tergolong besar, terapi obat dapat diperlukan. Nancy menyebut statin dan terapi non-statin bisa digunakan untuk membantu mencapai target LDL dan mencegah komplikasi.

Kolesterol tetap dibutuhkan, tetapi harus terkendali

Kolesterol sebenarnya memiliki fungsi penting bagi tubuh. Zat ini membantu pembentukan hormon, struktur sel, dan vitamin D.

Masalah muncul saat kadarnya berlebihan, terutama LDL, karena kondisi itu meningkatkan risiko penyakit serius. Nancy mengingatkan bahwa kolesterol tinggi ibarat “bom waktu” bila dibiarkan tanpa pengawasan dan penanganan yang tepat.

Edukasi kesehatan perlu terus diperkuat

Group Marketing Head PT Kalbe Farma Tbk, Maria Stefani, mengatakan kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Situasi itu membuat banyak orang tidak sadar bahwa mereka sudah berada dalam jalur risiko penyakit kardiovaskular.

Maria menilai edukasi kesehatan perlu terus diperkuat agar masyarakat lebih peka terhadap pentingnya pemeriksaan rutin. Deteksi dini dan pengobatan yang sesuai disebut dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol sebelum berkembang menjadi komplikasi lebih serius.

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia dan menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan di Indonesia. Dalam konteks itu, LDL tetap menjadi salah satu faktor risiko utama yang sering tidak disadari, meski dampaknya dapat berujung pada serangan jantung dan stroke.

Source: lifestyle.bisnis.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer