IDF Klaim Tewaskan Penembak Jitu Hamas yang Menyamar Jadi Jurnalis Al Jazeera

Author: Redaksi Android62

Tentara Israel atau IDF menyatakan telah menewaskan Ahmed Samir Muhammad Washah, sosok yang mereka sebut sebagai operatif penembak jitu Hamas. Militer Israel juga menuduh Washah menyamar sebagai fotojurnalis Al Jazeera saat menjalankan perannya di Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, IDF mengatakan Washah tewas dalam serangan Israel di tengah Jalur Gaza bersama dua anggota Hamas lainnya. Militer Israel menyebut ia sebelumnya terlibat dalam perencanaan serangan terhadap pasukan yang beroperasi di wilayah itu.

Diduga aktif mendorong serangan sniper

IDF menuduh Washah dalam beberapa bulan terakhir mendorong rencana serangan sniper dan aktivitas teror tambahan terhadap pasukan Israel di Gaza. Tuduhan itu menjadi dasar penargetan terhadap dirinya menurut penjelasan militer Israel.

Militer Israel juga menampilkan foto Washah sebagai “jurnalis Al Jazeera” yang dikaitkan dengan Hamas. Dalam narasi yang disampaikan IDF, penggunaan identitas media itu disebut sebagai bagian dari upaya Hamas untuk menutupi peran militernya di medan perang.

Klaim serupa juga diarahkan ke saudaranya

IDF turut menyebut saudara Washah pernah berpura-pura menjadi jurnalis Al Jazeera sebelum tewas di tangan pasukan Israel pada April. Saudara itu, Muhammad Samir Muhammad Washah, menurut militer, bekerja di markas produksi roket dan senjata Hamas.

Militer Israel mengatakan Muhammad Samir Muhammad Washah terlibat dalam pengembangan drone, roket, dan senjata lain. Ia juga disebut berperan dalam pemindahan senjata melintasi Gaza selama perang serta ikut membangun kekuatan Hamas.

Ancaman langsung bagi pasukan di lapangan

Dalam penjelasannya, IDF menyebut keterlibatan Muhammad Samir Muhammad Washah dalam perencanaan serangan menciptakan ancaman nyata bagi pasukan di lapangan. Sementara itu, Ahmed Samir Muhammad Washah dituduh memperkuat kapasitas serangan Hamas dari dalam struktur militernya.

Kematian keduanya kembali menyoroti tuduhan Israel bahwa Hamas menyamarkan operatif militernya dengan identitas sipil atau media. Dalam kasus ini, Al Jazeera disebut sebagai afiliasi tempat keduanya diduga menyamar, sementara IDF menegaskan keduanya tetap aktif dalam aktivitas militer Hamas.

Berita Terbaru