IHSG Masih Di Level 7.000, Purbaya Yakin Bisa Melompat Ke 28.000 Pada 2030

Author: Redaksi Android62

Proyeksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal IHSG yang berpeluang menembus 28.000 pada rentang 2029 hingga 2030 menjadi sorotan utama di pasar modal. Target itu ia kaitkan dengan fase ekspansi ekonomi nasional yang dinilai masih menyimpan ruang besar untuk mendorong kenaikan indeks saham.

Purbaya menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Main Hall BEI, Senin (27/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pergerakan IHSG lebih ditentukan oleh kekuatan fundamental ekonomi daripada sekadar sentimen jangka pendek di pasar.

IHSG dinilai mengikuti siklus ekonomi

Menurut Purbaya, indeks saham domestik cenderung bergerak searah dengan siklus pertumbuhan ekonomi. Saat ekonomi berada di fase naik dari titik rendah menuju puncak ekspansi, pasar saham dinilai punya peluang mencatat kenaikan berlipat.

Ia melihat level IHSG yang berada di sekitar 7.000 saat ini masih bisa bergerak jauh lebih tinggi jika pertumbuhan ekonomi nasional berlangsung konsisten. Dalam perhitungan kasarnya, indeks berpeluang naik empat hingga lima kali lipat dari posisi sekarang.

Berdasarkan skenario itu, angka 28.000 disebut bukan target yang mustahil. Selama fondasi ekonomi tetap kuat, Purbaya menilai proyeksi tersebut masih masuk akal dalam rentang ekspansi yang ia sebut berlangsung hingga 2029-2030.

Jejak kenaikan besar di pasar saham Indonesia

Untuk mendukung pandangannya, Purbaya menyinggung pengalaman historis pasar modal Indonesia. Ia mengingatkan bahwa pada 2002, IHSG masih berada di kisaran 200-an sebelum kemudian naik ke sekitar 2.500 pada 2009.

Lonjakan itu, menurut dia, menunjukkan bahwa kenaikan besar di pasar saham bukan hal asing bagi Indonesia. “Coba kalau Anda lihat tahun 2002, kan indeksnya 200-an. 2009 udah berapa? 2.500. Hah 10 kali naiknya,” ujarnya dalam forum tersebut.

Bagi Purbaya, sejarah pergerakan itu memperlihatkan bahwa pasar saham bisa tumbuh berkali-kali lipat jika ekonomi bergerak kuat dalam jangka panjang. Karena itu, target IHSG 28.000 ditempatkan sebagai cerminan optimisme terhadap daya tahan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dukungan dari data pasar modal

Pandangan Purbaya juga mendapat penguatan dari paparan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara yang sama. Airlangga menyebut pasar modal Indonesia pernah naik empat kali lipat dalam sembilan tahun, termasuk dari level 1.000 pada 2004 menjadi 4.200 pada 2013.

Ia juga menyoroti bahwa pasar modal Indonesia sempat tumbuh hingga 20 persen pada periode tertentu. Meski kemudian melambat ke kisaran 5-6 persen akibat pandemi COVID-19, Airlangga menilai arah partisipasi investor dalam negeri masih positif.

“Kemudian kita lihat partisipasi investor, ini juga dalam negeri lebih baik dengan 50% di pasar saham,” kata Airlangga. Data tersebut menunjukkan bahwa basis investor lokal sudah mengambil peran penting dalam menopang aktivitas pasar saham.

Peran investor domestik semakin krusial

Kuatnya peran investor domestik membuat struktur pasar modal menjadi lebih seimbang. Ketika sekitar separuh investor di pasar saham berasal dari dalam negeri, ketergantungan terhadap arus modal luar bisa lebih terkendali.

Kondisi ini penting untuk membaca proyeksi jangka panjang yang disampaikan Purbaya. Jika ekspansi ekonomi terus berlanjut dan investor lokal tetap aktif, pasar saham Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh lebih stabil.

Dalam konteks itu, target IHSG 28.000 bukan hanya angka ambisius di atas kertas, tetapi juga gambaran keyakinan bahwa ekonomi nasional masih punya ruang ekspansi panjang. Dukungan sejarah kenaikan indeks, kekuatan investor domestik, dan momentum pasar modal yang terus berkembang membuat IHSG tetap menjadi cermin penting dalam melihat arah investasi Indonesia.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru