India Kian Dilirik Pabrik Elektronik Dunia, Investasi Baru Mengalir dari China ke Sana

India makin serius membangun posisinya sebagai pusat produksi elektronik baru. Pemerintah negara itu baru saja menyetujui 29 proposal perusahaan dalam program manufaktur komponen elektronik dengan total nilai investasi 71,04 miliar rupee atau sekitar Rp12,8 triliun.

Dukungan besar ini datang saat banyak perusahaan global mulai menggeser investasi dari China ke India. Perubahan arah tersebut membuat India semakin dilirik sebagai basis produksi yang lebih efisien sekaligus lebih dekat ke pasar berkembang.

Dorongan untuk rantai pasok yang lebih kuat

Kebijakan terbaru itu dipakai India untuk menarik investor global maupun domestik. Di saat yang sama, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat rantai pasok di dalam negeri.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas kapasitas produksi agar industri elektronik India lebih kompetitif. Dengan fondasi itu, India tidak hanya mengejar investasi baru, tetapi juga membangun ekosistem produksi yang lebih mandiri.

Target produksi dipasang jauh lebih tinggi

Sektor manufaktur elektronik India sudah mencatat nilai produksi US$125 miliar untuk periode yang berakhir Maret 2025. Angka itu masih menjadi pijakan awal dari target yang dipasang pemerintah untuk naik jauh lebih besar.

India menargetkan nilai produksi sektor ini mencapai US$500 miliar pada tahun fiskal 2031. Ambisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin menjadikan industri elektronik sebagai salah satu mesin pertumbuhan utama.

Peluang terbuka untuk banyak lini industri

Proposal yang baru disetujui tidak hanya menyasar satu jenis produk. Pemerintah India membuka dukungan untuk manufaktur ponsel, telekomunikasi, elektronik konsumen, otomotif, hingga perangkat keras.

Sejumlah nama besar juga ikut masuk dalam daftar persetujuan tersebut. Unit Dixon Technologies mendapat lampu hijau untuk memproduksi modul display, sementara Lohum Cleantech mendapat persetujuan untuk memproduksi magnet permanen berbahan tanah jarang.

Proyek magnet permanen itu disebut sebagai yang pertama di India untuk jenis produksi tersebut. Persetujuan ini memperlihatkan bahwa India mulai mendorong industri yang lebih beragam, bukan sekadar perakitan akhir.

Insentif baru untuk ponsel ikut disiapkan

Selain program komponen elektronik, pemerintah India juga tengah menyiapkan insentif baru untuk mendorong produksi lokal ponsel. Langkah ini muncul ketika program sebelumnya akan berakhir pada Maret.

Kebijakan lanjutan itu diperkirakan akan menambah daya tarik India di mata produsen besar dunia. Apple dan Samsung disebut termasuk raksasa teknologi yang berpotensi memperluas investasi mereka di negara tersebut.

Perpindahan investasi dari China ke India kini terlihat semakin nyata dalam strategi manufaktur global. Bagi India, arus ini bukan hanya soal masuknya modal, tetapi juga soal membangun basis produksi yang lebih dalam dan lebih tahan lama.

Source: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait