India Menekan Klaim Minuman Energi, Enam Merek Disorot Soal Label yang Menyesatkan

Author: Redaksi Android62

Otoritas pangan India mengambil langkah keras terhadap industri minuman energi setelah enam merek menerima pemberitahuan terkait dugaan misbranding dan klaim menyesatkan. Sorotan utama regulator tertuju pada cara produk-produk itu dipasarkan di kemasan, label, dan kanal e-commerce.

Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI) menegaskan bahwa belum ada standar resmi yang ditetapkan untuk kategori “energy drink” atau produk sejenis. Dalam unggahan di Instagram pada 1 Juli, regulator itu juga menyatakan bahwa klaim fungsional maupun terapeutik tidak diperbolehkan untuk produk pangan berdasarkan FSS Act 2006 beserta aturan turunannya.

Enam merek yang disebut

Nama-nama yang disebut FSSAI meliputi Red Bull Energy Drink, Adrenaline Rush Energy Drink, Sting Energy Drink milik PepsiCo, Campa Energy Drink – Gold Boost milik Reliance Consumer Products, Monster Energy yang didukung Coca-Cola, dan Hell Energy. Menurut FSSAI, produk-produk tersebut tetap dipasarkan dengan deskriptor “energy drink” pada kemasan, label, dan kanal penjualan daring.

Merek Keterangan Catatan FSSAI
Red Bull Energy Drink Disebut dalam pemberitahuan Terkait klaim yang dipersoalkan
Adrenaline Rush Energy Drink Disebut dalam pemberitahuan Dipasarkan sebagai minuman energi
Sting Energy Drink Milik PepsiCo Label dan e-commerce ikut disorot
Campa Energy Drink – Gold Boost Milik Reliance Consumer Products Masuk daftar merek yang disebut
Monster Energy Didukung Coca-Cola Dipasarkan dengan deskriptor serupa
Hell Energy Disebut dalam pemberitahuan Menjadi bagian dari pengawasan FSSAI

Pemberitahuan terhadap Red Bull menjadi salah satu contoh paling rinci yang diangkat FSSAI. Regulator menyoroti sejumlah klaim seperti menghidupkan tubuh dan pikiran, meningkatkan fokus, menaikkan tingkat energi, serta membantu kondisi lemah umum.

Belum ada kejelasan apakah perusahaan-perusahaan tersebut diminta segera menghapus klaim yang dipersoalkan atau diberi hak untuk mengajukan banding. Just Drinks menyebut telah menghubungi FSSAI untuk meminta rincian tambahan dan juga mengontak para produsen minuman yang disebutkan.

Pengawasan yang makin ketat

Langkah terhadap enam merek ini muncul di tengah intensifikasi pengawasan FSSAI terhadap pelaku usaha pangan dalam beberapa bulan terakhir. Bulan lalu, regulator yang sama juga mengirim pemberitahuan kepada Nestlé, pemilik merek Maggi, setelah muncul tuduhan daring tentang serangga dan larva di satu kemasan mi instan.

Dalam kasus Nestlé, FSSAI meminta laporan tindakan berdasarkan keluhan konsumen yang beredar di media sosial. Perusahaan saat itu membantah tuduhan tersebut secara tegas, menunjukkan bahwa pengawasan regulator India kini tak hanya menyasar minuman energi, tetapi juga isu lain yang berkembang di ruang digital.

Berita Terbaru