India Siapkan Rp 62.500 Miliar untuk Ponsel, Targetkan Naik Kelas di Peta Dunia

Author: Redaksi Android62

India menyiapkan dorongan baru senilai Rs. 62,500 crore untuk industri ponselnya setelah Union Cabinet menyetujui Mobile Phone Manufacturing Scheme. Langkah ini menandai upaya pemerintah menjaga momentum manufaktur yang sudah tumbuh lewat kebijakan sebelumnya, sekaligus membawa ekosistem smartphone ke tahap yang lebih dalam.

Fokus skema ini tidak hanya menambah jumlah unit yang diproduksi. Pemerintah juga menargetkan nilai tambah yang lebih besar, rantai pasok yang lebih kuat, dan daya saing produksi ponsel India di pasar global.

Insentif bertingkat untuk produksi dan komponen lokal

MeitY menyebut skema tersebut akan mulai berlaku setelah pemerintah menerbitkan notifikasi resmi. Struktur insentifnya dibuat bertingkat berdasarkan penjualan yang memenuhi syarat di India, dengan tarif antara 2,25 persen hingga 5 persen.

Ada pula insentif tambahan hingga 1,5 persen yang dikaitkan dengan tingkat penggunaan komponen lokal. Untuk merek India, pemerintah menyiapkan insentif tambahan sebesar 3 persen atas eligible sales yang dipakai untuk desain serta riset dan pengembangan di India.

Komponen Insentif Besaran Dasar Pemberian
Insentif utama 2,25% sampai 5% Eligible sales di India
Insentif tambahan Hingga 1,5% Porsi komponen yang bersumber lokal
Insentif untuk merek India 3% Eligible sales untuk desain dan R&D di India

Berlanjut setelah PLI-LSEM berakhir

Skema baru ini hadir setelah Production Linked Incentive untuk Large Scale Electronics Manufacturing atau PLI-LSEM berakhir pada 31 Maret. Program tersebut sebelumnya membantu merek seperti Apple dan Samsung, serta mendorong India naik menjadi pusat manufaktur handset terbesar kedua di dunia berdasarkan volume.

Melalui Mobile Phone Manufacturing Scheme, pemerintah ingin mempertahankan dorongan itu dengan pendekatan yang lebih luas. Selain produksi, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi, mendorong pendaftaran paten desain, dan membantu merek lokal berkembang di dalam negeri.

Target lapangan kerja dan nilai manufaktur

MeitY memperkirakan skema ini akan menciptakan sekitar 60.000 lapangan kerja secara langsung di India. Selama masa berlakunya, pemerintah juga menargetkan nilai manufaktur handset di India tumbuh hingga Rs. 39,00,000 crore.

Ekspor perangkat dari India juga masuk dalam sasaran kebijakan ini. Dengan tenor lima tahun, skema tersebut akan berjalan dari FY 2026-27 hingga FY 2030-31, memberi waktu bagi produsen untuk menyesuaikan investasi dan memperdalam rantai pasok.

Secara keseluruhan, India sedang berupaya mengunci posisi yang sudah dibangun lewat PLI-LSEM dan melangkah ke fase berikutnya. Jika skema ini berjalan sesuai rancangan, negara itu tidak hanya ingin menjadi basis produksi besar, tetapi juga pusat nilai tambah yang lebih kuat untuk smartphone dunia.

Source: www.gadgets360.com
Berita Terbaru